“Untuk hari jumat, sabtu, minggu itu pasti selalu ramai pengunjung yang mau wisata ke Dieng,” tambahnya.
Selain untuk berwudhu, air hangat yang terdapat di masjid juga bisa digunakan terapi bagi penderita penyakit kulit, karena air hangat tersebut mengandung belerang.
Masjid dibuka untuk umum selama selama 24 jam, bahkan bagi pengunjung yang datang hanya untuk sekedar berendam air hangat alami ini tidak dipungut biaya alias gratis.
“Selama tidak diminum, air hangat ini tetap aman digunakan untuk wudhu dan berendam. Dibuka untuk umum 24 jam dan gratis,” ucapnya.
Rencananya, tempat wudhu dan lokasi berendam air hangat di masjid tersebut akan kembali diperbarui agar tampak lebih representatif dan nyaman bagi para pengunjung.
“Kedepannya akan dipercantik, agar pengunjung yang datang juga enak dan lebih nyaman,” pungkas Ridho.
Kontributor : Citra Ningsih
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
Pilihan
-
Rumus Keliling Lingkaran Lengkap dengan 3 Contoh Soal Praktis
-
Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
-
Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI
-
Dekati Rp17.000, Rupiah Tembus Rekor Terburuk 2026 dalam Satu Bulan Pertama
Terkini
-
Bukan LCGC! Ini 3 MPV Bekas Rp80 Jutaan Paling Nyaman dan Irit BBM, Dijamin Senyap di Tol
-
Usai OTT Bupati Sudewo, Pelayanan Publik di Kabupaten Pati Dipastikan Kondusif
-
Kunci Jawaban Matematika Kelas 4 Halaman 132: Panduan Belajar Efektif
-
Peringati HUT Ke-12, Semen Gresik Gelar SG Fun Run & Fun Walk di Area Greenbelt Pabrik Rembang
-
5 Fakta Dugaan Jual Beli Jabatan Perangkat Desa di Pati yang Menjerat Bupati Sudewo