SuaraJawaTengah.id - Ketua Lembaga Anti Narkoba (LAN) Jateng Hernawan Tri Handoyo menyoroti terjadinya pengungkapan pabrik Narkoba di Kota Semarang. Ia mengaku prehatin dengan kasus tersebut.
uniknya pabrik obat-obatan terlarang itu berlokasi didekat lingkungan pendidikan Universitas Diponegoro (UNDIP).
"Kita amati ada beberapa kerunutan di semarang, ada tawuran, ada gengster, kita sudah tahu ya pasti arahnya penyelahgunaan narkoba. Semarang ini paling menonjol ya, ditemukan dua pabrik Narkoba," ucapnya di Semarang pada Selasa (9/4/2024).
Menurutnya, ditemukannya pabrik pembuatan Narkoba itu tentu menjadi tanda bahaya generasi muda yang ada di Kota Semarang dan sekitarnya.
"Home industri ini memang harus ada peran masyarakat untuk ikut memerangi. Kita menunggu ini peran pemerintah untuk memerangi penyakit akibat narkoba ini," ucapnya.
Hernawan pun mengungkapkan, praktik penjualan obat-obat terlarang tersebut semakin marak terjadi. Penjualannya pun menurut dia sudah dengan cara-cara yang canggih.
"Sudah bukan rahasia orang ya, ada yang mengaku membeli obat terlarang ini dari marketplace seharga Rp250 ribu, dijual lagi di pasaran bisa sampai jutaan. Ini yang harus menjadi perhatian, mudahnya membeli narkoba. Alat beli bong di marketplace ada disitu, dijual dan dikirim," ucapnya.
"Maka ini bahaya sekali untuk generasi muda. Maka kami berharap pemerintah segera bergerak untuk melakukan penyuluhan. Transaksi jual beli jasa online ini perlu regulasi khusus," ucapnya.
Hernawan menyebut, Kota Semarang adalah daerah ketiga yang rawan akan penyalahgunaan Narkoba. Peredaran barang haram tersebut biasanya dijual disekitar lingkungan pendidikan.
Baca Juga: Jelang Lebaran, Harga Kebutuhan Pokok di Kota Semarang Masih Relatif Aman
"Solo, klaten, semarang ini kota ketiga yang paling besar transaksinya. Kebanyakan jual beli itu di dekat kampus-kampus. Harusnya ini jasa pengirimannya harus kerjasama dengan kepolisian. Saat tahu itu narkoba ya jangan dikirim atau langsung diamankan dan dimusnahkan polisi," tegasnya.
Sebelumnya Polisi membongkar praktik produksi narkoba jenis "Happy Water" di sebuah rumah di Jalan Ngesrep Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah, bersama dua pelaku yang berperan sebagai peracik.
Dikutip dari ANTARA, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol. Mukti Juarsa mengatakan, narkoba jenis "Happy Water" tersebut sejenis dengan pengungkapan di Thailand beberapa waktu lalu.
Selain "Happy Water", kata dia, pabrik rumahan itu juga memroduksi narkoba jenis Sabu-sabu.
Dua peracik berinisial PR dan F, kata dia, diamankan saat masih menggunakan hazmat untuk proses produksi.
Dari ketengan kedua tersangka, lanjut dia, pabrik rumahan ini sudah beroperasi sejak dua pekan lalu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
Stafsus Menag Hubungi Ahmadiyah, Dalami Pembubaran Paksa Kemah di Karanganyar
-
Program Mageri Segoro, Ikhtiar Bersama Menjaga Masa Depan Pesisir Jateng
-
Camping Anak Ahmadiyah di Karanganyar Dibubarkan, SETARA Institute: Polisi Jadi Saksi Bisu
-
6 Fakta Pembubaran Kegiatan Pemuda Ahmadiyah
-
Polisi Bubarkan Perkemahan Pemuda Ahmadiyah, Jubir JAI: Itu Cuma Camping Anak-Anak dan Olahraga