SuaraJawaTengah.id - Menjadi pengusaha sukses tentu impian kebanyakan orang. Termasuk oleh Tri Ananto, 49, agen BRILink Toko Eni, Gunungpati, Kota Semarang.
Kisah sukses Tri Ananto tentu saja bisa menjadi inspirasi kepada orang-orang yang tengah merintis usaha. Ia mengaku sampai keluar kerja dan memutuskan untuk mengembangkan usaha bersama istrinya.
"Dulu sempet kerja di lembaga riset Nielsen, tahun 2008 saya keluar dan fokus mengembangkan usaha," ucapnya kepada Suara.com pada Senin (22/4/2024).
Ia menceritakan, yang pertama kali merintis usaha adalah istrinya. Sejak menikah tahun 1999, Tri dan Istrinya itu membuka sebuah toko klontong.
"Awalnya ini istri buka toko klontong, pada awal nikah itu. Berkembang counter, minimarket, dan sekarang juga melayani transaksi perbankan BRILink," ucapnya.
Tri mengaku ikut menjadi Agen BRILink sebagai langkah inovasi usahanya tersebut. Apalagi trasaksi keuangan kini sudah menjadi kebutuhan pokok setiap orang.
"Sejarahnya, itu sekitar tahun 2014 sudah pernah menjadi agen BRI, kita sendiri kurang mengenal, dan enggak jalan, karena waktu itu dari promosinya dari iklan-iklannya dan animo masyarakat belum mengena, dan orang masih fokus ke ATM," ucapnya.
Lalu, pada 2019 sebelum pandemi, Tri menyebut transaksi keuangan mulai berubah ke digital atau online semua.
"Dari situ orang mungkin sudah mengenal perbankan, orang sudah kenal juga BRImo, Qris, perkembangan teknologi semakin meningkat. Ya ini karena animo masyarakat, dan transaksi bank ini sudah menjadi kebutuhan," ucapnya.
Baca Juga: PSIS Semarang Belum Menyerah, Optimis Kejar 4 Besar BRI Liga 1
Tri mengaku telah mengalami perubahan ekonomi dari tahun ke tahun. Apalagi ia dan istrinya memulai usaha sejak 1999 atau tahun reformasi.
"Dulu, ya toko klontong dan counter. Tahun 1999 toko klontong sudah buka, kemudian counter tahun 2009," ucapnya.
Warga Semarang itu pun menceritakan pasang surut usahanya itu. Ia mengaku pernah memiliki karyawan hingga 40 orang.
"Kalau agen BRILink sekarang ada 2. Ya ini sebagai langkah inovasi toko klontong dan counter Pulsa, sekarang karyawan saya ini turun menjadi 20 orang. Dulu sempat hampir 40 orang, saat counter pulsa memasuki masa jaya-jayanya dan punya 7 cabang," ujarnya.
"Saat counter mulai meredup, ya kita mencari cara salah satunya jasa perbankan itu. Karena semua transaksi menggunakan teknologi. Dan menjadi Agen BRILink jadi solusi," tambahnya.
Menurutnya, saat ini jasa transaksi perbankan tumbuh dengan pesat di Kota Semarang. Toko-toko klontong dan pulsa bisa menyesuaikan kebutuhan masyarakat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
Terkini
-
Ancaman Megathrust di Wisata Jateng, Sarif Abdillah Desak Hotel dan Destinasi Punya Standar Mitigasi
-
Bikin Bangga Indonesia! Inovasi Kelas Dunia Antarkan Semen Gresik Raih 4 Bintang di APQO 2026
-
BRI Raih Empat Penghargaan, Dorong UMKM Naik Kelas dan Makin Berdaya
-
Kembangkan Potensi Alam, Potret Desa Karangjengkol Purbalingga Raih Indonesia Awards 2026
-
Sempat Dihalangi Dampingi Puluhan Massa Aksi di Polda DIY, 34 Orang Akhirnya Dipulangkan