Begitu juga saat Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng jurusan Borobudur-Terminal Kutoarjo resmi beroperasi tahun 2020, jasa penitipan motor laris manis.
Biayai Anak Hingga Kuliah
Dari pendapatan usaha penitipan motor, warnet, dan sewa Play Station di kios kontrakan di terminal, Edi bisa menyekolahkan 4 orang anaknya hingga perguruan tinggi.
“Dulu alhamdulillah. Sek abot-abote nyekolahke lare rejekine paringi gampang. Jadi anak-anak bisa sampai kuliah semua.”
Putri pertama Edi, lulusan Institut Teknologi Telkom Purwokerto. Sekarang sambil mengajar di Institut Telkom, melanjutkan studi S2 di Malaysia.
Putri keduanya lulusan S1 Pendidikan Profesi Kebidanan. Sempat melanjutkan pendidikan S2 Kedokteran Keluarga di Universitas Negeri Surakarta namun tidak selesai.
“Anak saya nomer tiga mogol mboten lulus kuliah. Gagal dropout. Nomer empat sekarang sekolah S2 di UGM Jurusan Pertanian. Lahiran tahun 1991,” kata Edi Mulyono.
Sekitar tahun 2000, mencari uang di terminal sangat mudah. Rata-rata setiap hari dari jasa penitipan motor, paling sedikit mengantongi uang Rp300 ribu.
Edi mengontrak 4 kios di Terminal Borobudur milik Pemerintah Kabupaten Magelang, dengan biaya sewa masing-masing Rp1,1 juta per tahun. Ditambah beban membayar pajak bumi dan bangunan Rp3,3 juta.
Baca Juga: Potret Umat Buddha Doa Bersama di Candi Borobudur untuk Palestina
Setiap tiga tahun sekali perjanjian hak guna usaha pemanfaatan kios di kawasan Terminal Borobudur diperbaharui. Jika telat membayar sewa, kios akan disita.
“Coba bayangkan kalau tidak ada pemasukan dari salah satu kios ini. Kalau saya tidak tempati setahun kan tetap bayar segitu. Padahal pemasukan tidak ada.”
Titipan Motor Sepi
Setelah pandemi Covid 19, entah mengapa jumlah titipan motor berkurang drastis. Jika dulu parkiran motor penuh hingga keluar kios, sekarang sehari paling banter Edi hanya menerima 8 motor.
“Itu saja kalau hari Sabtu dan Minggu. Hari-hari biasa ya nggak pasti. Hari ini saja baru ada dua motor yang masuk,” ujar Edi.
Di ruang penitipan motor seluas 24 meter persegi, hanya terlihat 2 motor matic terparkir. Sekitar 1,5 jam saya mengobrol dengan Edi, tidak ada satu motorpun yang masuk.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Jaga Sumber Air dari Hulu hingga ke Hilir, AMDATARA Tanam 250 Mangrove di Pesisir Jateng
-
Perempuan Berkebutuhan Khusus Tewas Terpanggang saat Rumahnya Terbakar
-
Kiper Juara Liga 1 Merapat! PSIS Semarang Datangkan Reky Rahayu
-
121 Juru Parkir Semarang Menunggak Setoran, PAD Rp280 Juta Terancam Melayang
-
Kualitas Aset Membaik, JPMorgan Naikkan Rekomendasi Saham BBRI Menjadi Overweight