SuaraJawaTengah.id - Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jateng, Yudis Indras Wiendarto masuk penjaringan untuk menghadapi Pilkada Kota Semarang.
Selain Yudi, nama lain yang masuk penjaringan adalah Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Mualim.
"Terus terang kami tidak membuka pendaftaran secara terbuka. Ketika kader internal dirasa memungkinkan maju pilkada kami undang," kata Ketua Desk Pilkada DPC Partai Gerindra Kota Semarang, Joko Santoso dilansir dari ANTARA, Senin (13/5/2025).
Namun, Joko juga tidak menutup diri untuk kalangan eksternal yang ingin maju dari Gerindra, sebab beberapa tokoh sudah ada yang berkomunikasi dengan jajaran pimpinan parpol berlambang burung garuda itu.
"Kami juga mengundang calon-calon dari luar yang sekiranya kepengen berkoalisi maupun menggunakan kendaraan (politik, red.) Gerindra. Pak Iswar (Sekretaris Daerah Kota Semarang Iswar Aminuddin) pertama kami," katanya.
Setelah itu, kata dia, ada beberapa tokoh yang diundang dengan total 11 orang, di antaranya Soemarmo (mantan Wali Kota Semarang), Hevearita Gunaryanti Rahayu (petahana), hingga Yoyok Sukawi (CEO PSIS Semarang).
Dari nama-nama tersebut, baik kader internal maupun kalangan eksternal akan digodok dan diseleksi oleh tim untuk kemudian ditetapkan untuk diajukan kepada DPD Partai Gerindra Jateng.
"Ini kan berkembang terus ya, proses diskusi dari DPD kapan menyampaikan rekomendasi. Nanti akan dibuat rekomendasi awal begitu, dan ada rekomendasi akhir. Kami minta waktu dua minggu," katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jateng Yudi Indras Wiendarto mengaku mendapatkan undangan dari DPC, khususnya Desk Pilkada untuk membahas mengenai proyeksi Pilkada Kota Semarang 2024.
"Kami berdiskusi saja. Pastinya, kami sebagai parpol cukup punya peran bagaimana Gerindra di Pilkada Kota Semarang bisa menang. Ini baru persiapan, baru bicara strategi dulu bagaimana peta Pilkada Kota Semarang," katanya.
Sebagai salah satu nama kader yang dipertimbangkan oleh Desk Pilkada untuk dijagokan di Pilkada Kota Semarang 2024, Yudi mengaku siap dengan apapun penugasan dari partai yang pastinya sudah diperhitungkan matang.
"Kami hari ini masih lihat situasi. Kalau (kader Gerindra, red.) bisa didorong jadi wali kota, ya, berangkat. Kalau cukup jadi wakil ya harus diterima. Ini satu hal yang realistis di proses Pilkada," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
Pilihan
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
Terkini
-
Waspada! Semarang Diguyur Hujan Seharian, BMKG Prediksi Dampak Cuaca Ekstrem Hingga Akhir Januari
-
Mengenal Rumus Segitiga Sembarang dan Cara Menghitung Luasnya
-
Apel Siaga Bulan K3 Nasional, Semen Gresik Tegaskan K3 sebagai Budaya dan Prioritas Utama
-
Warga Pati Berpesta: Kembang Api Sambut Tumbangnya Bupati Sudewo
-
7 Fakta Mengejutkan Kasus Korupsi Bupati Pati: Dari Jual Beli Jabatan hingga Suap Proyek Kereta Api