SuaraJawaTengah.id - Puncak perayaan Waisak 2024 akan digelar di Borobudur. Para Biksu Thudong pun telah sudah sampai di Taman Wisata Candi tersebut, setelah melakukan perjalanan dari Semarang.
General Menejer Unit Borobudur Jamaludin Mawardi, menyampaikan hari ini melakukan penyambutan para biksu sebagai bentuk apresiasi pada mereka yang telah melakukan perjalanan dari Semarang sampai Candi Borobudur.
"Siang ini kita sambut bersama-sama Biksu Thudong memasuki Taman Wisata Candi Borobudur," katanya dikutip dari ANTARA di Magelang, Senin (20/5/2024).
Sebenarnya konsep awal penerimaan Biksu Thudong di Candi Borobudur seperti tahun lalu, konsentrasi di Lapangan Kalpataru, tetapi tadi ada perubahan karena faktor cuaca panas maka mereka diminta untuk transit dulu di Manohara.
Kemudian mereka baru naik ke Candi Borobudur untuk berdoa, karena mereka melakukan perjalanan sampai Candi Borobudur untuk spiritualnya, berdoa di tempat yang mereka sucikan di Candi Borobudur.
Ketua Biksu Thudong 2024 Kamsai Sumano Mahathera menyampaikan para biksu berjalan dari Semarang sampai Candi Borobudur berjarak kurang lebih 60 kilometer.
"Kami dari Thailand, Malaysia, Singapura, kemudian tambah Indonesia dan Korea," katanya.
Ia menyampaikan selama thudong ini merasa banyak hal baru, yakni berjalan 60 kilometer, kemudian diundang untuk mampir sekolah, kecamatan, semua tahu thudong tahun ini.
"Mereka tahu thudong dan memberikan semangat. Kemarin kami mulai jalan jam 05.00 WIB, kami kaget ada masyarakat semua agama ikut tabur bunga sehingga mereka bangun sebelum jam 05.00 WIB," katanya.
Baca Juga: Sambut Waisak, Bhikkhu Thudong Bakal Jalan Kaki dari India Menuju Borobudur
Menurut dia semua memberikan minuman buah-buahan, semua bergotong-royong.
"Saya tidak tahu siapa yang ngasih itu, merasa kasihan pada kita , mereka kasih sandal, kasih buah-buahan , obat-obatan untuk mendukung Biksu Thudong sampai Borobudur," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Holding UMi Genap 5 Tahun, BRI Perluas Ekosistem Keuangan untuk Masyarakat
-
Kafilah Maluku Utara Terkesan, Ungkap Sisi Lain Keramahan Warga Jateng di MTQ Nasional 2026
-
Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei
-
Kembalinya MTQ Nasional ke Jateng Setelah 47 Tahun, Pawai Ta'aruf di Semarang Langsung Diserbu Warga
-
Bukan Cuma untuk Umat Islam, MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama