SuaraJawaTengah.id - Jamaah haji Indonesia harus harus mengikuti rangkaian ibadah usai tiba di Tanah Suci. Namun demikian, agar fisiki tetap bugar calhaj diingatkan untuk tetap mengkonsumsi makanan dan minuman sehat.
Ahli gizi lulusan Universitas Indonesia Dr. dr. Luciana B. Sutanto. MS. SpGK. (K) menyebut, lansia yang sedang melakukan perjalanan jauh seperti Haji, agar menghindari mengonsumsi kopi atau minuman dingin dalam keadaan perut kosong untuk menghindari penyakit maag.
"Minum kopi sama minum es jangan perut kosong mentang-mentang di sana panas, nanti bisa maag di sana, makan cabai juga kekuatan masing-masing, kalau sakit di sana malah repot," kata Luciana melalui wawancara via telepon di Jakarta, Selasa.
Luciana juga mengingatkan untuk menghindari konsumsi minuman dengan pemanis tinggi atau air mineral yang mengandung garam. Kedua minuman tersebut akan bisa menyebabkan rasa haus berlebihan yang bisa menyebabkan dehidrasi.
Ia menyarankan untuk selalu membawa tumbler atau botol minum saat bepergian agar tidak kesulitan mencari air minum dan selalu terhidrasi.
"Kalau bisa bawa saja tumbler ke mana-kemana karena ada tempat yang susah cari air kan jadi nggak bisa minum, kadang mau beli air mineral atau botol kan nggak selalu ada yang jual," kata Luciana.
Untuk tetap menjaga kesehatan bagi lansia, dia juga mengingatkan untuk tidak lupa membawa obat-obatan yang rutin diminum dan selalu pantau kesehatan dengan membawa alat cek kesehatan seperti alat tensi atau alat cek gula darah.
Pengecekan kesehatan perlu dilakukan selama perjalanan meskipun lansia merasa dirinya baik-baik saja. Selain itu penting juga untuk melakukan imunisasi sebelum perjalanan jauh agar terjaga dan penyakit menular yang mungkin ada di tempat tujuan.
Agar tetap nyaman beraktivitas saat berhaji, usahakan juga untuk tidur yang cukup. Jika perlu konsultasikan dengan dokter jika mengalami kesulitan tidur agar membawa obat yang diperlukan.
Baca Juga: Cerita Halima Hadi Alfina Naik Haji Usia 18 Tahun, Kumpulkan Uang dari Hasil Lomba
"Tidur harus cukup, jangan memaksakan diri kalau rasanya sudah capek ya sudah nggak usah merasa sungkan tetap maksain, kalau ada alat yang bisa dibawa kayak alat tensi, alat ukur nadi, alat cek gula darah, itu bisa di bawa," sarannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Ancaman Megathrust di Wisata Jateng, Sarif Abdillah Desak Hotel dan Destinasi Punya Standar Mitigasi
-
Bikin Bangga Indonesia! Inovasi Kelas Dunia Antarkan Semen Gresik Raih 4 Bintang di APQO 2026
-
BRI Raih Empat Penghargaan, Dorong UMKM Naik Kelas dan Makin Berdaya
-
Kembangkan Potensi Alam, Potret Desa Karangjengkol Purbalingga Raih Indonesia Awards 2026
-
Sempat Dihalangi Dampingi Puluhan Massa Aksi di Polda DIY, 34 Orang Akhirnya Dipulangkan