SuaraJawaTengah.id - Sebentar lagi, anak-anak akan memasuki tahun ajaran baru 2024/2025. Tentu setelah liburan sekolah, anak akan merasa malas atau kurang bersemangat untuk masuk sekolah.
Apakagi, yang baru masuk sekolah. Pasti harus melakukan adabtasi di lingkungan sekolah.
Psikolog Klinis Anak dan Remaja dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia Vera Itabiliana Hadiwidjojo mengatakan pola pikir positif yang telah ditanamkan oleh orang tua di rumah, dapat membantu anak mudah beradaptasi di lingkungan sekolah barunya.
“Tanamkanlah pesan-pesan yang positif tentang sekolah. Misalnya sekolah jadi tempat menyenangkan karena banyak teman dan anak bisa bermain bersama,” kata Vera Itabiliana Hadiwidjojo dikutip dari ANTARA pada Sabtu (6/7/2024).
Dari kasus yang pernah Vera temui, ia menilai langkah tersebut dapat mencegah anak merasa tidak bahagia mengikuti pembelajaran di sekolah yang menimbulkan masalah seperti mogok masuk sekolah, menolak mengerjakan tugas, mengalami stres karena tuntutan akademis hingga bersosialisasi.
Guna mengantisipasi hal tersebut, orang tua perlu mempersiapkan mental anak dengan membentuk sebuah pola pikir positif yang berhubungan dengan kondisi di sekolah. Hindari pembicaraan yang dapat membebani pikiran anak.
“Hindari terlalu membebani anak seperti di sekolah harus jadi anak pintar, harus selalu bisa menjawab pertanyaan guru, harus dapat nilai bagus dan lain-lain. Usahakan agar anak merasa senang di sekolah tanpa beban yang berlebihan,” ucap Vera.
Terkait adanya anak yang mulai masuk sekolah pada usia kurang dari 6 atau 7 tahun, Vera juga menyarankan supaya orang tua tidak lupa menceritakan sekolah sebagai tempat yang menyenangkan agar anak merasa lebih nyaman untuk tinggal di sekolah dalam waktu yang lama.
Hal tersebut, katanya, dapat mulai diajarkan lewat datang ke sekolah lebih awal sehingga anak mempunyia kesempatan lebih lama untuk beradaptasi sebelum kelas dimulai.
Baca Juga: Wartawan Abal-abal di Kendal Ditangkap Usai Diduga Peras Kepsek Rp 4,5 Juta
“Kemudian jangan lupa berkenalanlah dengan satu atau dua orang tua lainnya, untuk kemudian mengatur playdate bagi anak dan teman-teman sekelasnya di luar jam sekolah,” kata Vera.
Sedangkan dari sisi kemandirian, orang tua dapat memastikan anaknya sudah dapat mengurus dirinya sendiri seperti pergi ke toilet, memakai sepatu atau makan bekal sendiri hingga menyiapkan perlengkapan sekolah sebelum mulai proses belajar.
Vera menambahkan orang tua juga perlu memastikan anak dapat mengerti aturan yang dibuat oleh sekolah seperti waktu penggunaan gawai, membereskan mainan di kelas dan memahami batasan-batasan yang ada di ruang kelas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran
-
Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet
-
Viral Atlet Silat Kejang di Porprov Jateng, Wasit Dinilai Belum Berpengalaman
-
Jelang Akhir Tahun, Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Ancaman Kelangkaan dan Antrean BBM
-
Hati-hati! Wakil Ketua DPRD Jateng Peringatkan Bahaya Bullying di Sekolah