SuaraJawaTengah.id - Suhu dingin sangat dirasakan hampir diseluruh wilayah di Jawa Tengah. Hal itu rupanya dipengaruhi oleh Moonson dingin Australia.
Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi (Stamet) Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo mengatakan penurunan suhu udara di sejumlah wilayah Jawa Tengah masih normal.
"Moonson dingin Australia merupakan pergerakan massa udara dari Australia dengan membawa masa udara dingin dan kering menuju Asia melewati Indonesia," kata dia dikutip dari ANTARA di Cilacap, Selasa (13/8/2024).
Ia mengatakan berdasarkan hasil pengamatan suhu udara minimum di Stamet Tunggul Wulung Cilacap dan Pos Pengamatan Cuaca Bandara Tunggul Wulung Cilacap, suhu udara pada Selasa, jauh lebih dingin dibandingkan dengan beberapa hari sebelumnya yang rata-rata di kisaran 23 derajat Celcius.
Dalam hal ini, kata dia, suhu udara minimum pada hari Selasa, di Stamet Tunggul Wulung atau wilayah perkotaan Cilacap tercatat 20,4 derajat Celcius, sedangkan di Pos Pengamatan Cuaca Bandara Tunggul Wulung terpantau 19,4 derajat Celcius.
"Sebagai catatan untuk wilayah dataran tinggi atau pegunungan tentu suhu udara akan lebih dingin daripada suhu di wilayah pesisir. Laju penurunan suhu udara adalah 0,5 derajat Celcius per kenaikan 100 meter ketinggian tempat," katanya.
Kendati demikian, dia mengatakan suhu udara minimum 19,4 derajat Celcius yang tercatat di Pos Pengamatan Cuaca Bandara Tunggul Wulung Cilacap belum menyamai rekor suhu udara paling minimum yang terjadi di Cilacap selama kurun waktu 45 tahun.
Berdasarkan data statistik suhu minimum yang terkumpul mulai 1975 hingga akhir Juli 2024, kata dia, suhu paling minimum pernah terjadi pada 14 Agustus 1994 yang tercatat 17,4 derajat Celcius.
"Saat itu, suhu udara maksimum hanya 25,8 derajat Celcius dan rata-ratanya 22,9 derajat Celcius," katanya.
Baca Juga: Semen Gresik Hadiri Pentas Pewayangan Sedulur Sikep Samin Klopoduwur Kabupaten Blora
Menurut dia, selisih suhu udara paling minimum pada 1994 bila dibandingkan dengan suhu udara minimum pada Selasa ini masih terpaut 2 derajat Celcius yang berarti bahwa kejadian suhu udara dingin di Cilacap belum lebih dingin dari kejadian pada 1994.
Dengan demikian, kata dia, suhu dingin yang saat ini terjadi masih bersifat normal.
Teguh mengatakan berdasarkan prakiraan yang dirilis oleh Stasiun Klimatologi Semarang, puncak musim kemarau di Jawa Tengah bagian selatan dan sekitarnya secara umum akan terjadi pada Agustus 2024.
"Demikian pula dengan suhu udara minimum pada malam dan pagi hari diprakirakan akan bertambah dingin. Hal itu memberikan indikasi bahwa kejadian suhu dingin ini masih akan berlangsung hingga akhir Agustus, bahkan awal September 2024," ujarnya.
Ia mengatakan kejadian suhu dingin tersebut diprakirakan akan normal, sehingga tidak perlu dikhawatirkan oleh masyarakat.
Menurut dia, munculnya kabut pada pagi hari saat musim kemarau merupakan sesuatu yang wajar dan lazim terjadi serta akan menambah suhu dingin di berbagai wilayah, termasuk Cilacap.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Holding UMi Genap 5 Tahun, BRI Perluas Ekosistem Keuangan untuk Masyarakat
-
Kafilah Maluku Utara Terkesan, Ungkap Sisi Lain Keramahan Warga Jateng di MTQ Nasional 2026
-
Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei
-
Kembalinya MTQ Nasional ke Jateng Setelah 47 Tahun, Pawai Ta'aruf di Semarang Langsung Diserbu Warga
-
Bukan Cuma untuk Umat Islam, MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama