SuaraJawaTengah.id - Keputusan Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor yang menunjuk caretaker untuk Pengurus Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Tengah (Jateng) periode 2017-2024 telah memicu kekecewaan di kalangan kader dan para senior organisasi.
Ketua PW GP Ansor Jateng, Sholahuddin Aly (Gus Sholah), menyatakan bahwa pihaknya merasa didzolimi oleh keputusan ini dan akan membawa persoalan tersebut ke Majelis Tahkim Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk penyelesaian.
Keputusan caretaker yang diterbitkan pada 6 September 2024 dianggap tidak adil, terutama karena PW GP Ansor Jateng telah siap menyelenggarakan Konferensi Wilayah (Konferwil) yang awalnya dijadwalkan pada 31 Agustus 2024 di Masjid Agung Jawa Tengah, Semarang.
Menurut Gus Sholah, persiapan Konferwil sudah matang, mulai dari pembentukan panitia hingga penyusunan materi.
"Kami merasa keputusan ini tidak sesuai dengan proses dan mekanisme yang telah berjalan. Seluruh kader dan senior di Jateng sangat menantikan Konferwil ini, dan tiba-tiba keputusan caretaker diterbitkan tanpa alasan yang jelas," ujar Ahadun Maftudji, Ketua Panitia Konferwil dikutip dari keterangan tertulis pada Rabu (18/9/2024).
Langkah pengaduan ke Majelis Tahkim diambil dengan harapan bisa menyelesaikan perselisihan ini secara adil, menjaga marwah organisasi, dan mengembalikan kepercayaan kader di Jateng yang merasa tidak dilibatkan dalam keputusan tersebut.
Keputusan caretaker ini juga memperlihatkan adanya ketegangan di internal GP Ansor, yang bisa mempengaruhi soliditas organisasi.
Beberapa kader di daerah, termasuk pengurus cabang (PC) dan pengurus anak cabang (PAC), mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap keputusan PP GP Ansor yang dinilai terburu-buru dan menimbulkan kebingungan di lapangan.
"Dinamika ini menunjukkan pentingnya komunikasi dan koordinasi yang baik antara pusat dan wilayah agar organisasi tetap solid dan berjalan sesuai visi misi," tambah Gus Sholah.
Baca Juga: Nafatika Astuti: Bintang Muda Panjat Tebing yang Bersinar di PON XXI Aceh-Sumut 2024
Dengan suasana internal yang memanas, hasil keputusan dari Majelis Tahkim akan menjadi krusial dalam menentukan arah masa depan kepengurusan GP Ansor di Jawa Tengah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Kualitas Aset Membaik, JPMorgan Naikkan Rekomendasi Saham BBRI Menjadi Overweight
-
Sadis! Rampok Ponsel Tebas Telinga Korban hingga Nyaris Putus di Semarang
-
Bripka EJ Mubaligh Polres Wongiri Tersangka Kekerasan Seksual, Terancam Sanksi Kode Etik Pemecatan
-
Di Tengah Ancaman PHK, Investasi Baru di Jateng Buka 650 Lapangan Kerja
-
Musim Kemarau di Jateng Datang, Pendaki Gunung Diminta Tak Nyalakan Api Sembarangan