SuaraJawaTengah.id - Setelah dua bulan penutupan, Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang siap dibuka kembali dengan sejumlah perbaikan sistem.
Penutupan sementara tersebut dilakukan sebagai respons atas kematian tragis salah satu mahasiswi PPDS, dokter Aulia Risma Lestari.
Rektor Undip, Suharnomo, menyatakan telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Kesehatan dan RSUP dr Kariadi Semarang untuk memastikan sistem yang lebih baik.
"Kami telah memperbaiki banyak hal, termasuk pengaturan jadwal istirahat dan rotasi sif, karena ini menyangkut keselamatan nyawa," ujar Suharnomo, Kamis (10/10/2024).
Suharnomo juga menegaskan bahwa insiden ini menjadi momen penting untuk meningkatkan tata kelola pendidikan di Undip, dengan memperluas kerja sama dengan rumah sakit lain untuk mendukung kebutuhan tenaga spesialis anestesi.
Selain itu, kematian dokter Aulia juga mempengaruhi status klinis Dekan Fakultas Kedokteran Undip, dr. Yan Wisnu Prajoko, yang kini telah kembali berpraktik di RSUP dr Kariadi sejak awal Oktober.
Rektor menekankan bahwa Undip akan mengambil sikap tegas terhadap pelanggaran, terutama terkait potensi perundungan dan pungutan liar, guna memastikan lingkungan pendidikan yang lebih aman dan mendukung bagi seluruh mahasiswa PPDS.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
Pilihan
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
-
Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Terus Melawan
-
Dua Sepeda Motor yang Dibakar Massa di Pos Polisi Pejompongan Diduga Milik Intel
-
Sepeda Motor Dibakar Dekat Pos Polisi Pejompongan, Bentrok Pecah
-
Tolak MBG dan Kopdes, FMN: Anggaran Hanya Lari ke Prabowo dan Kroni-kroninya!
Terkini
-
Saksi Bongkar Fadia Arafiq Jadi Sumber Modal PT RNB, Ada Aliran Uang Rp1,7 Miliar
-
Banjir Masih Menghadang, Pengamat Kritik Pembangunan Kota Semarang: Cuma Reaksi Sesaat?
-
Terjebak di Tengah Api, ART dan Dua Balita Jadi Korban Kebakaran Rumah di Semarang
-
Aksi Kejar Pelaku Curanmor Berakhir di Karanganyar, Berikut Kronologi Lengkapnya
-
Dorong Koperasi dan Ekonomi Kerakyatan, Dirut BRI Dianugerahi Bakti Koperasi Pradana Nayaka