Budi Arista Romadhoni
Kamis, 12 Desember 2024 | 13:04 WIB
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu atau Mbak Ita. [Dok Humas]

SuaraJawaTengah.id - Wali Kota Semarang, Hevearita G. Rahayu, meminta pengembang perumahan di Cluster Dahlia, Meteseh, Tembalang, bertanggung jawab atas tanggul yang jebol dan menyebabkan banjir setinggi satu meter di RT 08 RW 09, Rabu (11/12/2024) malam.

Menurut Wali Kota yang akrab disapa Mbak Ita, fasilitas umum seperti tanggul di kawasan tersebut masih menjadi tanggung jawab pengembang, karena perumahan tersebut belum diserahkan kepada Pemerintah Kota Semarang.

“Tanggul itu dibangun oleh pengembang. Hari ini DPU dan BPBD saya minta untuk memanggil pengembang, dan mereka harus bertanggung jawab,” tegas Mbak Ita dikutip dari Jatengnews.id media patner Suara.com Kamis (12/12/2024).

Mbak Ita menilai banjir ini disebabkan oleh kesalahan manusia (human error) dan bukan bencana besar, karena hanya terjadi di satu titik. Ia juga meminta para pengembang di Kota Semarang untuk dievaluasi, termasuk perihal izin pembangunan.

“Saya sudah berkali-kali mengingatkan soal perumahan yang tidak berizin. Makanya, saya mau lihat izinnya,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua RT setempat, Sutrisno, membenarkan bahwa tanggung jawab atas fasilitas umum di wilayah tersebut masih berada di tangan pengembang. “Kami sudah konsultasi dengan lurah dan camat, dan perumahan kami memang belum diserahkan ke Pemkot. Harapannya, pemerintah juga ikut membantu penanganan,” ujar Sutrisno.

Saat ini, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang telah melakukan langkah awal untuk menangani dampak banjir, termasuk menyiapkan asesmen dan pompa penyedot air.

Load More