SuaraJawaTengah.id - Ibu merupakan sosok yang mulia dalam agama Islam, bahkan Nabi Muhammad SAW menyebut ibu hingga 3 kali dalam hadistnya. Menjelang hari Ibu 22 Desember 2024, mari mengetahui alasan mengapa Rasulullah menyebut ibu hingga 3 kali.
Rasulullah SAW pernah mengulang jawabannya hingga 3 kali ketika ditanya tentang siapa yang paling layak mendapatkan perlakuan baik dan perhatian utama. Hadis ini, yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, menunjukkan betapa pentingnya posisi ibu dalam Islam. Berikut ini bunyi hadits tersebut:
"Seorang pria datang kepada Rasulullah SAW dan bertanya, 'Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti terlebih dahulu?' Nabi shalallahu 'alaihi wasallam menjawab, 'Ibumu!' Pria tersebut kembali bertanya, 'Lalu siapa lagi?' Rasulullah menjawab, 'Ibumu!' Pria tersebut bertanya lagi, 'Kemudian siapa lagi?' Rasulullah menjawab, 'Ibumu.' Pria itu bertanya sekali lagi, 'Kemudian siapa lagi?' Nabi SAW menjawab, 'Kemudian ayahmu.'" (HR Bukhari dan Muslim)
Lantas mengapa Rasulullah mengulang pernyataan tersebut tiga kali? Berikut informasi selengkapnya:
Alasan Rasulullah Sebut Ibu Hingga 3 Kali
Imam Al-Qurthubi dalam tafsirnya menjelaskan bahwa pengulangan ini mencerminkan besarnya kasih sayang dan penghormatan yang harus diberikan kepada ibu. Penghormatan terhadap ibu disebutkan tiga kali lebih banyak daripada ayah, yang menggambarkan sebandingnya dengan tiga ujian berat yang harus dilalui ibu selama mengandung, melahirkan, dan menyusui anaknya—proses yang hanya dialami oleh ibu, bukan ayah.
Imam Al-Qurthubi menulis, "Kesulitan yang dialami ibu selama masa kehamilan, kelahiran, dan menyusui adalah perjuangan besar yang tak dirasakan oleh ayah," yang dikuatkan pula oleh terjemahan Nurul Asmayani dalam bukunya Perempuan Bertanya, Fikih Menjawab.
Hadis lainnya yang juga menggarisbawahi kewajiban berbakti kepada ibu dengan kadar yang lebih besar disampaikan Rasulullah SAW dalam riwayat Ibnu Majah:
Artinya: "Sesungguhnya Allah berwasiat tiga kali kepada kalian untuk berbuat baik kepada ibu kalian, sesungguhnya Allah berwasiat kepada kalian untuk berbuat baik kepada ayah kalian, dan sesungguhnya Allah berwasiat kepada kalian untuk berbuat baik kepada kerabat yang paling dekat, kemudian yang dekat." (HR Ibnu Majah)
Baca Juga: Saksikan Anaknya Tewas Ditusuk Mantan Menantu, Ibu Korban Sempat Beri Minum Alami Syok
Hal ini juga ditekankan dalam Al-Qur'an, tepatnya dalam Surah Al-Ahqaf ayat 15, yang menjelaskan bahwa berbuat baik kepada ibu memiliki keistimewaan khusus karena penderitaan yang dialami ibu saat mengandung dan melahirkan.
Tafsir Kementerian Agama Indonesia menjelaskan bahwa Allah memerintahkan umatnya untuk berbuat baik kepada ibu, yang menghadapi pengorbanan luar biasa dibandingkan dengan ayah.
Artinya: "Kami perintahkan kepada manusia untuk berbuat baik kepada kedua orang tuanya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah pula. Mengandungnya hingga menyapihnya adalah tiga puluh bulan. Maka ketika dia mencapai usia dewasa dan berusia empat puluh tahun, dia berdoa, 'Ya Tuhanku, tunjukkan aku untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, serta agar aku dapat berbuat amal saleh yang Engkau ridhoi; berikanlah kebaikan kepadaku melalui anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada-Mu dan aku adalah orang yang berserah diri.'" (Al-Ahqaf: 15)
Dalil-dalil tersebut menggarisbawahi betapa pentingnya berbakti kepada orang tua, dengan penekanan khusus pada ibu, baik semasa hidup maupun setelah wafat. Meski demikian, kewajiban untuk berbuat baik kepada keduanya tetap berlaku. Berbakti bisa dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari menghormati, merawat, hingga memberi nafkah jika orang tua sudah tidak lagi bekerja. Jika keduanya sudah meninggal dunia, amal yang dapat dilakukan adalah dengan mendoakan mereka agar mendapatkan ampunan Allah SWT.
Kesimpulannya, Rasulullah SAW menekankan betapa besar penghargaan terhadap ibu, yang tiga kali lebih besar dibandingkan ayah, sebagai bentuk pengakuan atas pengorbanan dan perjuangan luar biasa yang diberikan seorang ibu. Namun, penghormatan dan bakti kepada kedua orang tua tetap merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan dengan penuh rasa hormat dan kasih sayang sepanjang hidup kita.
Kontributor : Dinar Oktarini
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
Terkini
-
BBM Naik Tajam, Luthfi Siapkan Benteng Agar Harga Pangan Tak Ikut Meledak
-
Perbanas: Fundamental Perbankan Tetap Solid, Siap Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional
-
BRI Consumer Expo 2026 Permudah Akses Pembiayaan Hunian dan Kendaraan
-
Duh! 5 Tahun Ubah Sawah Jadi Tambak Udang, Pengusaha Batang Jadi Tersangka
-
Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Konflik LSD dengan RTRW Daerah