Scroll untuk membaca artikel
Budi Arista Romadhoni
Rabu, 25 Desember 2024 | 08:12 WIB
Dekorasi gua Natal berbahan botol bekas plastik di Gereja Santo Yusup, Wonokerso, Magelang. [Suara.com/ Angga Haksoro Ardi]

Dibantu Romo Emanuel Maria Supranowo Pr, pastor Paroki Gereja St Kristoforus melayani sekitar 3 ribu jemaat yang terbagi di Gereja Santo Yusup di Dusun Wonokerso, Kapel Katolik Santo Yulius di Dusun Jibulan, Gereja St Kristoforus di Dusun Banyutemumpang, serta Gereja Katolik St Petrus Kanisius di Kecamatan Mungkid.  

Romo Istata merasa, semangat kesederhanaan dalam Natal, cocok disampaikan dan disebarkan kepada para jemaatnya. Dia sering menyisipkan pesan hidup sederhana, merawat tradisi, dan menjaga lingkungan pada peribadatan gereja.

“Saya melayani umat di daerah yang wilayahnya desa, bukan kota. Kekayaan khasanah lokalitas yang kita miliki ya seni dan tradisi.”

Pada perayaan Natal tahun lalu, pemuda Gereja Santo Yusup Wonokerso menghias altar gereja dengan geber wayang kulit. “Dekorasinya full Jawa. Di tengah altar ada geber wayang,” kata Yosaphat Ragil, Ketua Orang Muda Katolik (OMK) Gereja Santo Yusup. 

Baca Juga: Magis Natal di Semarang: 4 Gereja Bersejarah yang Wajib Dikunjungi

Nuansa tradisi lokal juga tergambar saat pelaksanaan Misa Syukur Ulang Tahun Imamat Gereja St Yusup tahun 2022. Pengurus gereja dan pemuda mempersembahkan gunungan yang berisi aneka hasil bumi.

“Kita punya budaya yang adi luhung. Sekarang orang-orang non-Jawa (saja) menyukai dan mendalami wayang. Lalu kita yang memiliki kok malah menghindari,” ujar Romo Istata Raharjo.

Gua Natal Berbahan Botol Bekas

Mempertahankan tradisi mereka memberikan sentuhan unik saat perayaan Natal, OMK Gereja St Yusup tahun ini membangun instalasi gua Natal dari botol-botol bekas air mineral.

Sejak bulan Agustus, muda mudi jemaat gereja mengkoordinir pengumpulan botol bekas plastik. Lebih dari seribu botol bekas berbagai ukuran, disusun sehingga membentuk gua Natal.

Baca Juga: Liburan Nataru 2024: Waspada Tarif Bus Murah, Utamakan Keselamatan!

“Kami buat teksturnya seperti batu dan tanah, jadi tidak menggunakan ukuran botol plastik yang spesifik. Tinggal kreativitas saja menyusunnya,” kata Ketua Orang Muda Katolik (OMK) Gereja Santo Yusup, Yosaphat Ragil.

Load More