Scroll untuk membaca artikel
Budi Arista Romadhoni
Rabu, 25 Desember 2024 | 08:12 WIB
Dekorasi gua Natal berbahan botol bekas plastik di Gereja Santo Yusup, Wonokerso, Magelang. [Suara.com/ Angga Haksoro Ardi]

Artefak lainnya, berupa mozaik kuno yang selesai dipugar tahun 435 di Basilika Santa Maggiore di Roma, menggambarkan bayi Kristus duduk di atas tahta berhias berlian.     

Bayi itu diapit Bunda Maria, seorang perempuan misterius, serta beberapa malaikat. Muncul penggambaran ketiga orang Majusi, namun tidak tampak hewan ternak bersama mereka.

Mosaik lain yang menggambarkan kelahiran Yesus ditemukan di kota Ravena, Italia bagian utara. Susunan keramik berwarna membentuk lukisan Maria bertahta, menggendong bayi Yesus dalam balutan jubah ungu kekaisaran.

Dalam lukisan mozaik itu tampak para malaikat menyaksikan ketiga pria Majusi yang dijelaskan sebagai Balthasar, Melchior, dan Gaspar, mempersembahkan hadiah kepada bayi Yesus.

Baca Juga: Magis Natal di Semarang: 4 Gereja Bersejarah yang Wajib Dikunjungi

Menurut Romo Istata Raharjo, semua ornamen pada gua atau kandang Natal menunjukkan momen kelahiran Yesus yang penuh kesederhanaan. “Namanya gua atau kandang itu kan sederhana semua. Bukan bangunan-bangunan yang mahal.”

Dia berharap melalui gua Natal berbahan botol bekas plastik di Gereja St Yusup Wonokerso, umat dapat mengambil pelajaran menjalani hidup penuh kasih sesuai jalan Kristus.

“Supaya Natal ini bukan hanya perayaan. Liturgi. Tapi bermakna, menyentuh, dan membumi. Sehingga makna Natal bisa sampai kepada umat dan masyarakat.”

Kontributor : Angga Haksoro Ardi

Baca Juga: Liburan Nataru 2024: Waspada Tarif Bus Murah, Utamakan Keselamatan!

Load More