SuaraJawaTengah.id - Industri sepak bola Indonesia terus menghadapi tantangan finansial, bahkan bagi klub-klub besar di Liga 1. Presiden Borneo FC, Nabil Husein Said Amin, baru-baru ini secara blak-blakan mengaku mengalami kerugian selama memimpin klub asal Samarinda, Kalimantan Timur, tersebut.
Dalam pernyataannya melalui kanal YouTube Sport77 Official, Nabil mengungkapkan bahwa mengelola klub sepak bola di Indonesia tidak memberikan keuntungan seperti yang dibayangkannya.
"Tim lain sih saya enggak tahu, kalau saya buntung. Bukan untung, tambahi b, buntung," kata Nabil dalam unggahan yang dikutip pada Selasa (7/1/2025).
Ia juga menyindir perbedaan pengelolaan di dunia nyata dengan simulasi permainan Football Manager. "Di FM aja tahun pertama bisa untung. Di sini buntung. Kita bingung kok enggak ada perubahan. Kita harus menemukan formula baru, sport industri harus jalan," lanjutnya.
Menurut Nabil, salah satu cara untuk meningkatkan pendapatan adalah melalui transfer pemain, seperti yang dilakukan Borneo FC dengan kepindahan Pato ke klub China. Pendapatan dari transfer tersebut, diakuinya, digunakan untuk membangun fasilitas, akademi, dan menambah alat latihan klub.
Persib, dan Bali United Juga Rugi?
Pandangan serupa diungkapkan Teddy Tjahjono, mantan Direktur Utama PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB). Dalam Podcast Sport77 Official pada 2023 silam, Teddy menyebut bahwa industri sepak bola di Indonesia tidak menguntungkan.
"Untuk saat ini, saya rasa tidak ada klub Indonesia yang profitable. Tantangannya besar untuk menjalankan dan mengelola klub. Tidak nutup, tetap merugi," ujarnya.
Teddy memaparkan empat sumber pendapatan utama klub, yakni sponsor, penjualan merchandise, hak siar, dan tiket pertandingan. Namun, keempat elemen ini tidak cukup untuk menutup biaya operasional klub selama satu musim kompetisi.
Baca Juga: Reuni di Jatidiri: PSIS vs Malut United, Riyan Ardiansyah Siap Adu Gengsi!
Hal serupa dialami Bali United, satu-satunya klub sepak bola di Indonesia yang sudah menjadi perusahaan terbuka. Berdasarkan laporan keuangan PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA) pada semester I-2024, klub ini mencatatkan rugi bersih sebesar Rp69,8 miliar, berbalik dari laba bersih Rp13,6 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kerugian ini membuat perusahaan milik Pieter Tanuri itu mengalami penurunan nilai saham dasar sebesar Rp11,64 per lembar.
Lalu bagaimana dengan PSIS Semarang?
Tentu kondisi ini tidak jauh berbeda dengan klub-klub besar lainnya di Liga 1 Indonesia. CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi, beberapa waktu lalu juga pernah menyampaikan bahwa tantangan finansial menjadi kendala utama dalam mengelola klub sepak bola di Tanah Air.
Meski tak menyebutkan angka spesifik, ia mengungkapkan bahwa PSIS terus berupaya mencari strategi untuk menjaga keberlanjutan klub, termasuk memaksimalkan sektor-sektor yang ada.
"Akhir-akhir ini ramai di media sosial mengenai statemen Bro Nabil, Pak Teddy, Pak Pieter. Saya kira kondisi klub-klub di Indonesia hampir sama, termasuk di PSIS. Kami terus peras tenaga, otak supaya PSIS terus bisa jalan bagaimana pun kondisinya. Apalagi selama beberapa tahun terakhir ini kondisi industri sepak bola Indonesia juga belum baik-baik saja. Namun kami terus mencoba mencari pendapatan melalui beberapa sektor yang ada seperti sponsorship atau pun jualan merchandise dan pembangunan tempat latihan yang bisa kami sewakan untuk menambah pendapatan," jelas Yoyok.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Jawa Tengah Garap Potensi Desa: Kunci Pembangunan Nasional dan Indonesia Emas
-
Syafiq Ali Pendaki Hilang di Gunung Slamet Ditemukan Tewas, akan Dimakamkan Disebelah Pusara Nenek
-
Menguak Warisan Kekayaan Mohammad Reza Pahlavi: Dari Minyak hingga Kerajaan Bisnis Global
-
10 Fakta Gunung Slamet yang Mengerikan, Penyebab Pendaki Syafiq Ridhan Ali Razan Hilang Misterius
-
Fakta-fakta Mengejutkan Reza Pahlavi, Sosok yang Ingin Gulingkan Rezim Iran