Sejak saat itu, Hari Valentine dipandang sebagai hari untuk merayakan cinta romantis, dan gagasan ini semakin berkembang seiring waktu. Hari Valentine pun menjadi hari yang penuh makna bagi pasangan kekasih di seluruh dunia.
Tradisi Bertukar Kartu Cinta di Hari Valentine
Surat cinta sendiri sudah ada sejak lama. Jika legenda Santo Valentine benar, suratnya kepada putri sipir penjara mungkin termasuk sebagai valentine pertama.
Namun, para sejarawan menyebutkan bahwa valentine seperti yang kita kenal saat ini mulai muncul di Eropa dan Amerika Serikat pada abad ke-17. Valentine pada masa itu terinspirasi oleh tradisi Jerman dalam bertukar Freundschaftskarten atau kartu persahabatan.
Valentine awal ini dibuat dengan tangan, sering kali sangat rumit dengan tambahan renda dan pita, dan diisi dengan pesan-pesan sentimental. Seiring berjalannya waktu, terutama dengan perkembangan teknologi percetakan dan sistem pos, kartu Valentine mulai diproduksi secara massal, dan perayaan ini berkembang menjadi industri yang besar.
Saat ini, menurut Hallmark, sekitar 145 juta kartu Valentine terjual setiap tahun, belum termasuk kotak-kotak berisi kartu yang sering digunakan di sekolah-sekolah.
Hari Valentine Menjadi Perayaan Global
Perayaan Hari Valentine yang dimulai di Eropa kini telah meluas ke seluruh dunia. Di berbagai negara, Hari Valentine tidak hanya dirayakan oleh pasangan kekasih, tetapi juga oleh teman, keluarga, dan orang-orang yang ingin mengekspresikan kasih sayang mereka. Di beberapa negara, seperti Jepang dan Korea Selatan, tradisi memberikan cokelat kepada orang-orang terdekat bahkan telah berkembang menjadi fenomena budaya yang besar.
Perayaan Hari Valentine juga berkembang dalam berbagai bentuk, baik yang bersifat komersial maupun personal. Toko-toko dan restoran menawarkan berbagai promo khusus, sementara orang-orang juga mulai mengadakan acara atau aktivitas spesial untuk merayakan momen ini. Meski ada kritik terhadap komersialisasi Hari Valentine, perayaan ini tetap menjadi momen penting untuk menunjukkan perhatian dan kasih sayang kepada orang-orang terdekat.
Baca Juga: Sejarah Stadion Jatidiri, Stadion Andalan Warga Semarang yang Kini Resmi Berstandar FIFA
Hari Valentine, yang dimulai sebagai perayaan Kristen dan Romawi kuno, telah berevolusi menjadi perayaan yang melampaui batasan agama dan budaya. Dari kisah Santo Valentine hingga festival Lupercalia, perayaan ini mengajarkan kita tentang pentingnya cinta dan kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari. Saat ini, Hari Valentine bukan hanya sekadar tradisi, melainkan juga momen global untuk merayakan hubungan dan mempererat ikatan dengan orang-orang yang kita cintai.
Kontributor : Dinar Oktarini
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
Pilihan
-
IHSG Tembus Rekor Baru 9.110, Bos BEI Sanjung Menkeu Purbaya
-
7 Rekomendasi HP Baterai Jumbo Paling Murah di Bawah Rp3 Juta, Aman untuk Gaming
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
Terkini
-
OTT Bupati Sudewo, Gerindra Jateng Dukung Penuh Penegakan Hukum dari KPK
-
Gebrakan Awal Tahun, Saloka Theme Park Gelar Saloka Mencari Musik Kolaborasi dengan Eross Candra
-
Deretan Kontroversi Kebijakan Bupati Pati Sudewo Sebelum Berakhir di Tangan KPK
-
OTT KPK di Pati: 6 Fakta Dugaan Jual Beli Jabatan yang Sudah Lama Dibisikkan Warga
-
7 Kontroversi Bupati Pati Sudewo Sebelum Kena OTT KPK, Pernah Picu Amarah Warga