Selain turnamen KU 10 dan KU 12, MilkLife Soccer Challenge juga menggelar Festival SenengSoccer, sebuah program yang dirancang untuk mengenalkan sepak bola kepada anak-anak usia 6 hingga 8 tahun. Festival ini terbuka untuk umum dan gratis, dengan format permainan yang menyenangkan tanpa kompetisi.
Para peserta diajak melalui tujuh tantangan keterampilan dasar sepak bola, seperti dribbling, passing, shooting, serta kecepatan dan ketangkasan fisik. Program ini bertujuan untuk memperkenalkan sepak bola secara menyenangkan agar semakin banyak anak-anak perempuan tertarik bermain sejak dini.
“Melalui Festival SenengSoccer, kami ingin menumbuhkan minat anak-anak terhadap sepak bola tanpa tekanan kompetisi. Dengan melihat kakak-kakak mereka bertanding di turnamen, diharapkan mereka semakin termotivasi untuk mengembangkan bakatnya,” kata Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, salah satu penggagas program ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
BRI DPLK: Cara Buka Dana Pensiun dan Aktifkan Autopayment di BRImo
-
Polisi Libatkan Densus 88 dan Jatanras Usut Pembakaran Warung Mi dan Babi di Sukoharjo
-
Wapres Gibran Serukan Dukungan untuk Stabilitas Ekonomi Usai Pergantian Menkeu
-
20 Ribu Prompt Belum Tentu Jadi Hak Cipta, Pakar Soroti Batas Karya AI
-
UU Ketenagakerjaan Dikejar Deadline, Akademisi Soroti Minimnya Riset Empiris