SuaraJawaTengah.id - Memasuki musim hujan di awal 2025, masyarakat perlu lebih waspada terhadap penyakit leptospirosis. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Leptospira yang menyebar melalui air atau tanah yang terkontaminasi urin hewan pembawa bakteri, terutama tikus.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, tercatat 61 kasus leptospirosis di wilayah tersebut pada awal tahun 2025. Hal ini menjadikannya ancaman kesehatan yang serius saat musim hujan tiba.
Apa Itu Leptospirosis?
Leptospirosis adalah penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia. Penyebabnya adalah bakteri Leptospira yang dapat hidup dalam air atau tanah lembab selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Tikus merupakan hewan pembawa bakteri Leptospira yang paling umum, namun bakteri ini juga bisa ditemukan pada hewan lain seperti sapi, anjing, dan babi.
Cara Penularan Leptospirosis
Bakteri Leptospira menyebar melalui urin hewan yang terinfeksi dan dapat masuk ke tubuh manusia melalui:
- Kontak langsung dengan kulit terluka atau selaput lendir (mata, hidung, mulut) yang terkena air atau tanah yang terkontaminasi.
- Mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi urin hewan pembawa bakteri.
- Kontak dengan genangan air yang tercemar urin tikus, terutama di daerah yang sering mengalami banjir.
Penularan leptospirosis dapat terjadi ketika seseorang bersentuhan dengan air genangan yang terkontaminasi urin tikus melalui luka terbuka atau selaput lendir. Selain itu, mengonsumsi makanan yang terkontaminasi juga dapat menyebabkan infeksi leptospirosis.
Gejala Leptospirosis yang Perlu Diwaspadai
Gejala leptospirosis dapat bervariasi, mulai dari gejala ringan hingga berat. Gejala awal seringkali mirip dengan penyakit flu, sehingga sering tidak terdeteksi dengan cepat. Berikut beberapa gejala yang umum terjadi:
- Demam tinggi dan menggigil.
- Nyeri otot, terutama pada betis dan punggung.
- Sakit kepala hebat.
- Mata merah tanpa disertai keluarnya cairan mata.
- Mual dan muntah.
- Gejala kekuningan pada kulit dan mata (ikterus), yang menandakan adanya gangguan hati.
- Dalam kasus yang parah, dapat menyebabkan gagal ginjal dan gangguan pernapasan yang berpotensi fatal.
Gejala leptospirosis umumnya muncul dalam waktu 5 hingga 14 hari setelah terpapar bakteri, namun bisa juga muncul dalam 2 hingga 30 hari. Oleh karena itu, penting untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala di atas, terutama setelah beraktivitas di area yang berisiko tinggi.
Mencegah leptospirosis dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan dan menghindari kontak dengan sumber penularan. Berikut beberapa tips pencegahan yang dapat dilakukan:
- Hindari kontak langsung dengan air genangan atau banjir, terutama jika memiliki luka terbuka pada kulit. Gunakan sepatu bot dan sarung tangan saat beraktivitas di area yang berpotensi terkontaminasi.
- Jaga kebersihan lingkungan dengan memastikan tidak ada genangan air yang dapat menjadi sarang tikus. Buang sampah pada tempatnya dan tutup rapat tempat penyimpanan makanan.
- Cegah tikus masuk ke dalam rumah dengan menutup lubang-lubang kecil yang mungkin menjadi akses masuk bagi tikus.
- Cuci tangan dengan sabun setelah berkegiatan di luar rumah, terutama sebelum makan.
- Pastikan makanan dan minuman bersih serta terlindungi dari paparan tikus. Simpan makanan di wadah tertutup rapat.
- Segera bersihkan luka terbuka dengan air bersih dan sabun, terutama setelah beraktivitas di tempat yang berpotensi terkontaminasi.
- Vaksinasi untuk hewan peliharaan seperti anjing, yang dapat menjadi pembawa bakteri Leptospira.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika mengalami gejala leptospirosis setelah terpapar air genangan atau banjir, segera periksakan diri ke dokter. Diagnosis dini dan pengobatan dengan antibiotik yang tepat dapat mencegah komplikasi serius, seperti gagal ginjal dan gangguan hati.
Leptospirosis adalah penyakit yang harus diwaspadai, terutama di musim hujan ketika genangan air dan banjir lebih sering terjadi.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Kualitas Aset Membaik, JPMorgan Naikkan Rekomendasi Saham BBRI Menjadi Overweight
-
Sadis! Rampok Ponsel Tebas Telinga Korban hingga Nyaris Putus di Semarang
-
Bripka EJ Mubaligh Polres Wongiri Tersangka Kekerasan Seksual, Terancam Sanksi Kode Etik Pemecatan
-
Di Tengah Ancaman PHK, Investasi Baru di Jateng Buka 650 Lapangan Kerja
-
Musim Kemarau di Jateng Datang, Pendaki Gunung Diminta Tak Nyalakan Api Sembarangan