Menurutnya, tantangan pembangunan di Jawa Tengah dapat dijawab dengan penguatan konektivitas, peningkatan akses layanan publik, dan pengembangan potensi daerah secara holistik.
“Kami memilih untuk mengatasi disparitas pembangunan melalui program-program strategis, peningkatan infrastruktur, dan integrasi wilayah. Semua kabupaten/kota kami anggap setara, dan semua harus tumbuh bersama,” imbuhnya.
Sementara itu, di kalangan akademisi dan masyarakat sipil, wacana pemekaran wilayah tetap menjadi topik diskusi menarik. Beberapa argumen yang dikemukakan antara lain terkait efisiensi birokrasi, jarak layanan pemerintahan, serta percepatan pembangunan berbasis karakteristik lokal.
Namun, sejumlah pengamat menilai pemekaran wilayah tidak selalu menjadi solusi yang efektif. Justru, pemekaran tanpa perencanaan matang berpotensi menimbulkan beban anggaran baru, ketimpangan pembangunan antardaerah baru, serta polemik sosial-politik di tingkat lokal.
Dengan demikian, untuk saat ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memilih untuk tetap berkonsentrasi pada strategi pembangunan inklusif tanpa tergesa-gesa merespons wacana pemekaran.
Sebagai entitas provinsi yang memiliki jumlah penduduk terbesar ketiga di Indonesia, Jateng menyadari pentingnya menjaga stabilitas, efisiensi pemerintahan, dan kesinambungan pembangunan lintas wilayah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Semen Gresik Maknai Hari Kartini dengan Mendorong Peran Perempuan dalam Pengelolaan Lingkungan
-
Semangat Hari Kartini, BRI Perkuat Pemberdayaan Perempuan untuk Ekonomi Inklusif
-
Dorong Bisnis Berkelanjutan, BRI Terapkan Praktik ESG dalam Strategi Operasional
-
BRI Raih Tiga Penghargaan di Infobank 500 Women 2026, Tegaskan Kepemimpinan Perempuan
-
Skandal Investasi Bodong 'Snapboost' di Blora: Nama Guru SMA Terseret, Ratusan Juta Melayang