SuaraJawaTengah.id - Tak semua perjalanan ambulans diisi dengan suara sirine yang meraung-raung. Kadang, yang mengisi adalah hening malam, bayangan yang tak terlihat, dan sosok yang tak seharusnya ikut.
Inilah pengalaman Bang Abid, seorang sopir ambulans baru yang malam itu mendapat giliran mengantar jenazah melewati jalur terkenal berhantu: Alas Roban. Cerita horor alas roban memang tidak ada habisnya.
Dikisahkan dalam YouTube Lentera Malam, Abid tak pernah menyangka kepindahannya dari posisi kurir ke sopir ambulans akan mengubah cara pandangnya terhadap dunia.
Ia sudah cukup terbiasa mengantar darah ke PMI atau membawa hasil lab ke bagian radiologi. Tapi menjadi sopir ambulans, itu cerita lain. "Mental harus kuat," begitu pikirnya. Namun demi menafkahi istri yang sedang hamil, ia menerima tawaran itu.
Baru dua bulan ia menjabat sebagai sopir ambulans. Tugas malam pertamanya berjalan mulus. Tapi ketegangan mulai muncul saat suatu malam, ia ditugaskan mengantar jenazah ke sebuah daerah di Jawa Tengah. Abid tidak sendiri, ia ditemani Pak Jai, rekan kerja yang juga bertugas mengurus pemulasaraan jenazah.
Berangkat selepas Magrib, mereka menyusuri tol Trans Jawa hingga tiba di daerah Brebes. Demi mendapatkan uang tambahan, mereka sepakat keluar tol dan menyambung perjalanan lewat jalur arteri. Dan di situlah mereka melewati Alas Roban.
Konon, Alas Roban adalah jalur penuh misteri. Tapi malam itu terasa biasa saja. Sampai rasa lapar menghampiri di tengah malam, sekitar pukul setengah dua. Mereka berhenti di sebuah warung nasi goreng di pinggir jalan. Abid memesan dua porsi. Mereka makan, berbagi tawa ringan, lalu bersiap membayar.
“Sudah dibayar sama yang satunya, Mas,” kata Abid menirukan percakapan dengan penjual nasi goreng.
Abid dan Pak Jai saling pandang dan bertanya balik siapa sosok yang dimaksud oleh tukang nasi goreng itu.
Baca Juga: Jangan Lewatkan! Klaim Link Saldo DANA Kaget Hari Ini, Berpeluang dapat Ratusan Ribu Rupiah!
“Yang dari mobil situ, Mas. Tadi bertiga kan? Yang satu makan di mobil, lalu bayar untuk bertiga.” jawab si tukang nasi goreng.
Abid bergidik. Tak ada satu pun orang lain di mobil ambulans itu. Tapi mereka tak memperpanjang, hanya diam sambil menelan bulat-bulat ketidaklogisan itu.
Perjalanan dilanjutkan. Mereka sampai dengan selamat di rumah duka, lalu diminta keluarga untuk mengantar hingga ke pemakaman. Di sana, Abid sempat melihat kain kafan jenazah terlihat ada bercak darah di bagian lengan. Tapi ia memilih diam. Tak sopan bertanya, pikirnya.
Selesai pemakaman, mereka pamit pulang. Tapi misteri belum selesai. Dalam perjalanan, istri Pak Jai menelpon lewat video call.
“Kok bertiga?” ucap istri Abid heran.
Abid spontan menoleh ke spion tengah. Hanya ada bangku kosong. Tapi dari raut wajah Pak Jai, ia tahu mereka berdua melihat hal yang sama.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
- 7 Cara Membuat Pengharum Ruangan Wangi Tahan Lama Meski Rumah Tidak Pakai AC
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Kekeringan Jateng Belum Usai, Purworejo Catat 172 Hari Tanpa Hujan
-
22 Kasus Kekerasan di Pondok Pesantren Jateng Catat 85 Korban, Pencegahan Jadi Sorotan
-
Semarang Cerah Berawan, Sejumlah Wilayah Jateng Berpotensi Hujan Ringan
-
Divonis 8,5 Tahun Penjara, Sudewo Sebut Ada Intervensi Politik
-
Sudewo Melawan! Tolak Vonis 8,5 Tahun Penjara dan Siapkan Banding