SuaraJawaTengah.id - Di tanah Jawa, cerita tentang pesugihan, dukun, dan tumbal bukan sekadar legenda yang mengisi waktu luang. Mereka hidup dari mulut ke mulut, dari warung kopi hingga pembicaraan bisik-bisik di sudut desa.
Beberapa kisah terlupakan, namun ada pula yang terlalu menyeramkan untuk diabaikan. Salah satunya berasal dari sebuah video viral di channel YouTube Sejenak Horor, yang menceritakan sebuah kisah gelap dari desa terpencil bernama Sumber Rejo, di Jawa Tengah.
Di desa itu, ambisi dan darah saling bersilang, ketika seorang pria bernama Suryo memilih jalan pesugihan demi sebuah jabatan yang tak sebanding dengan harga yang harus dibayar.
Ambisi Jadi Kepala Desa
Suryo adalah pria 35 tahun yang tengah mencalonkan diri sebagai kepala desa. Namun yang ia warisi bukan semangat melayani, melainkan dendam turun-temurun. Ayahnya, Pak Harjo, gagal merebut kursi kepala desa dua dekade lalu. Nama keluarganya yang dahulu disegani kini hanya menjadi bahan olok-olok.
Suryo tertekan. Saingannya, Gatot, adalah pengusaha muda yang disukai warga karena janjinya akan kemajuan. Suryo tidak punya uang, tidak punya pengaruh, hanya warisan harapan kosong dari keluarganya.
Hingga suatu malam, ia mendengar desas-desus dari pasar tentang seorang dukun tua yang tinggal di hutan. "Kalau kau ingin menang, datangi dia. Tapi ingat, dia minta tumbal," begitu bisik seorang pedagang.
Didesak rasa putus asa, Suryo nekat. Tanpa sepengetahuan Lestari istrinya yang tengah mengandung anak pertama ia menyelinap ke tengah hutan saat malam belum sempurna. Di sanalah, di bawah pohon-pohon tua dan kabut yang menggantung seperti kafan, ia bertemu sosok menyeramkan: dukun tua kurus berkulit legam dengan mata tajam dan suara serak.
“Kekuasaan selalu minta darah,” kata dukun itu. “Dan bukan darah siapa pun, tapi darah yang kau kenal… darah yang kau cintai.”
Baca Juga: Teror Pocong Pedagang Bakso Wonogiri, Bikin Satu Kampung Heboh!
Tumbal di Bawah Beringin
Beberapa hari kemudian, Suryo menang mutlak dalam pemilihan. Desa bersorak. Tapi ia tahu, kemenangan itu bukan berkah melainkan awal dari kutukan. Dan malam yang dijanjikan pun tiba.
Di bawah alasan ingin menyegarkan pikiran, Suryo mengajak Lestari berjalan ke hutan. Mereka tiba di bawah pohon beringin besar yang menjulang di tengah lapangan terbuka. Udara di sekitarnya berubah berat. Lestari menggigil. “Mas, kenapa kita ke sini?”
Suryo hanya memeluknya. "Maafkan aku," bisiknya lalu mendorong tubuh istrinya ke batang pohon beringin. Akar-akar hidup bergerak, membelit tubuh Lestari seperti ular lapar. Ia menjerit, namun suara itu ditelan mantra sang dukun yang muncul dari balik kabut.
Suryo mengangkat pisau, tangannya gemetar. Di bawah cahaya bulan, wajah Lestari penuh air mata. “Apa yang kamu lakukan…?” katanya lirih.
Namun dalam hatinya, suara ayahnya menggema: "Kau harus jadi yang terhormat. Jangan jadi pecundang seperti aku."
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Kabur ke Hutan Dua Hari, Dua Pria di Purbalingga Ditangkap dengan Bukti 23.198 Obat Keras
-
Wakil Ketua MK Ingatkan Bahaya AI: Jangan Sampai Mematikan Kemampuan Berpikir Kritis
-
Heboh Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Pati, Bapak dan Kakak Tiri Jadi Pelaku
-
Jangan Tunggu Korban Berjatuhan! Sarif Abdillah Desak Pemda Ubah Total Cara Tangani Bencana
-
UNDIP dan Bhimasena Power Luncurkan Produk Hilirisasi Riset AFA dan APR