Sejak itu, Cokok menghilang. Tak ada yang tahu pasti ke mana ia pergi. Cokok menjadi legenda urban di kampungnya, simbol dari harga yang harus dibayar saat mengingkari perjanjian dengan makhluk halus.
Sementara Wa Aweng, yang tak pernah ikut ritual itu, hanya bisa menceritakan kembali kisah ini dengan rasa syukur karena tidak ikut terseret lebih dalam.
Kisah ini menjadi pelajaran pahit bahwa kekayaan yang didapat dengan jalan pintas memiliki konsekuensi besar. Jalan gelap yang tampak menggoda seringkali membawa ke jurang kehilangan.
Wa Aweng pun menutup ceritanya dengan nasihat, "Kalau mau sukses, ya usaha. Jangan cari jalan instan. Jin itu kalau tidak diberi apa yang dia minta, akan mengambil balik dengan cara yang mengerikan."
Dan hingga hari ini, nama Cokok masih disebut dalam bisik-bisik masyarakat sebagai pengingat akan harga yang harus dibayar untuk sebuah ambisi yang tak sabar.
Kontributor : Dinar Oktarini
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
Stafsus Menag Hubungi Ahmadiyah, Dalami Pembubaran Paksa Kemah di Karanganyar
-
Program Mageri Segoro, Ikhtiar Bersama Menjaga Masa Depan Pesisir Jateng
-
Camping Anak Ahmadiyah di Karanganyar Dibubarkan, SETARA Institute: Polisi Jadi Saksi Bisu
-
6 Fakta Pembubaran Kegiatan Pemuda Ahmadiyah
-
Polisi Bubarkan Perkemahan Pemuda Ahmadiyah, Jubir JAI: Itu Cuma Camping Anak-Anak dan Olahraga