"Dua dari enam tersangka yang telah kami tetapkan mengikuti rapat konsolidasi pada Rabu (30/4) untuk menyepakati pola aksi usai buruh bubar. Mereka berencana mengenakan atribut serba hitam, dan memang sejak awal menunjukkan itikad untuk membuat kericuhan," kata Syahduddi dikutip dari ANTARA.
Polisi juga menemukan grup WhatsApp yang berisi 18 orang diduga sebagai wadah koordinasi aksi. Grup ini tidak hanya menyusun strategi dan berbagi lokasi, tetapi juga mengedarkan narasi perlawanan terhadap negara, kapitalisme, dan institusi resmi termasuk aparat keamanan.
Kapolrestabes menyebut ada dugaan kuat bahwa kelompok ini tidak bertindak sendiri. Terdapat kemungkinan adanya pihak eksternal yang mendanai atau mendorong aksi mereka.
Meski nama “Anarko” sudah kerap terdengar dalam aksi-aksi protes di kota-kota besar seperti Jakarta, Yogyakarta, dan Bandung, kehadiran mereka di Semarang menjadi perhatian baru.
Terlebih ketika ruang kampus diduga dimanfaatkan sebagai tempat konsolidasi, hal ini memunculkan pertanyaan besar soal keterlibatan atau kelengahan pihak institusi pendidikan.
Hingga kini, kepolisian belum mengungkap nama kampus atau individu yang terlibat. Namun penyelidikan masih berjalan dan terus menelusuri jaringan serta kemungkinan pola perekrutan lintas daerah.
Peringatan May Day seharusnya menjadi panggung perjuangan dan solidaritas kaum buruh, bukan arena kekacauan yang dimanfaatkan oleh kelompok lain untuk menyulut konflik. Peran pemerintah, aparat, akademisi, dan publik diperlukan untuk menjaga agar suara buruh tidak terdistorsi oleh kekerasan dan provokasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Kembangkan Potensi Alam, Potret Desa Karangjengkol Purbalingga Raih Indonesia Awards 2026
-
Sempat Dihalangi Dampingi Puluhan Massa Aksi di Polda DIY, 34 Orang Akhirnya Dipulangkan
-
5.040 Bendahara Koperasi Merah Putih Dilatih, Seberapa Siap Kelola Dana dan Bisnis Desa?
-
Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Kebijakan Pengupahan Lindungi Pekerja Tanpa Matikan Usaha
-
Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran