Perubahan ini diharapkan mampu menghadirkan aksi-aksi ekstrem dari para crosser yang memang menjadi daya tarik utama dari ajang Trial Game Dirt.
“Banyak momen menegangkan terjadi saat pembalap menaklukkan obstacle. Bukan cuma soal gaya, tapi obstacle juga sangat menentukan catatan waktu peserta,” tambah Abed.
Usai digelar di Kota Semarang, TGD 2025 akan melanjutkan rangkaian serinya ke empat kota lainnya, yakni Sidoarjo (13–14 Juni), Bandung (11–12 Juli), Probolinggo (29–30 Agustus), dan Final di Solo (26–27 September).
Setiap putaran dipastikan akan menyajikan atmosfer berbeda dengan karakteristik lintasan yang khas di tiap daerah.
Sebagai ajang tahunan yang rutin digelar oleh Genta Auto & Sport, Trial Game Dirt tidak hanya menjadi wadah unjuk kebolehan para crosser profesional, tetapi juga menjadi hiburan rakyat yang selalu dinanti.
Kombinasi kecepatan, teknik, dan nyali tinggi pembalap dalam menaklukkan rintangan menjadi tontonan seru yang selalu dinantikan pecinta otomotif, khususnya motorsport, di tanah air.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
BRI DPLK: Cara Buka Dana Pensiun dan Aktifkan Autopayment di BRImo
-
Polisi Libatkan Densus 88 dan Jatanras Usut Pembakaran Warung Mi dan Babi di Sukoharjo
-
Wapres Gibran Serukan Dukungan untuk Stabilitas Ekonomi Usai Pergantian Menkeu
-
20 Ribu Prompt Belum Tentu Jadi Hak Cipta, Pakar Soroti Batas Karya AI
-
UU Ketenagakerjaan Dikejar Deadline, Akademisi Soroti Minimnya Riset Empiris