SuaraJawaTengah.id - Komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menerapkan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik kembali membuahkan hasil.
Untuk ke-14 kalinya secara berturut-turut, Pemprov Jateng berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2024.
Opini WTP merupakan predikat tertinggi dalam penilaian laporan keuangan pemerintah. Ini berarti laporan keuangan Pemprov Jateng dinilai telah disusun sesuai standar akuntansi pemerintahan, serta menunjukkan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Anggota BPK RI, Bobby Adhityo Rizaldi, yang hadir langsung dalam rapat paripurna DPRD Jateng pada Jumat, 23 Mei 2025, menyampaikan apresiasi atas capaian luar biasa tersebut.
Ia menyatakan bahwa keberhasilan ini menunjukkan adanya konsistensi dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas keuangan daerah.
“Ini raihan ke-14 kalinya secara berturut-turut. Ini bentuk konsistensi, akuntabilitas, dan transparansi keuangan daerah,” ujar Bobby di hadapan jajaran legislatif dan eksekutif Jateng pada Jumat 23 Mei 2025.
Bobby juga menekankan bahwa Provinsi Jawa Tengah termasuk yang tercepat dalam menyampaikan laporan keuangannya dibandingkan provinsi lain di Indonesia.
Kecepatan ini mencerminkan kesiapan birokrasi dan manajemen keuangan daerah yang sudah mapan.
Namun demikian, Bobby mengingatkan bahwa opini WTP bukanlah tujuan akhir dari pengelolaan keuangan. Ia menegaskan bahwa laporan yang baik harus diiringi dengan penggunaan anggaran yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: 19% Lahan di Jateng Belum Bersertifikat, Pemprov dan Kementerian ATR/BPN Siap Kolaborasi
“Pemerintah daerah jangan hanya terfokus pada raihan opini WTP. Lebih dari itu, pemda harus bisa menggunakan sumber daya maksimal untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan terima kasih atas apresiasi dan rekomendasi yang diberikan BPK RI. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh perangkat daerah dan harus dijaga secara berkelanjutan.
“Sehingga kesehatan organisasi dan pelaksanaan penggunaan anggaran betul-betul transparan dan akuntabel,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Luthfi juga memaparkan kondisi keuangan daerah tahun 2024. Pendapatan daerah tercatat sebesar Rp26,378 triliun, sedangkan belanja daerah mencapai Rp27,187 triliun. Dengan demikian, terjadi defisit anggaran sebesar Rp808,4 miliar.
Namun, Pemprov Jateng berhasil menutup defisit tersebut melalui penerimaan pembiayaan senilai Rp1,406 triliun. Dana tersebut berasal dari Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA), pencairan dana cadangan, dan penerimaan kembali dari pinjaman daerah.
Setelah dikurangi pengeluaran pembiayaan sebesar Rp20,70 miliar untuk penyertaan modal ke Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Pemprov Jateng masih menyisakan SiLPA sebesar Rp577,01 miliar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- 7 Sepatu Skechers Wanita Tanpa Tali, Simple Cocok untuk Usia 45 Tahun ke Atas
Pilihan
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
Terkini
-
Tutorial Cara Menggunakan Aplikasi Cek Bansos Resmi Pemerintah
-
Kenapa Snaptik Populer sebagai TikTok Downloader? Ini Alasannya
-
Fakta-Fakta Miris Erfan Soltani: Demonstran Iran yang Divonis Hukuman Mati
-
Suzuki Fronx vs Honda WR-V: Ini 9 Perbandingan Lengkap yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Membeli
-
BRI Peduli Bangun Saluran Air di Desa Depok, Wujudkan Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan