SuaraJawaTengah.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Unit Tanjungmas turut meramaikan kemeriahan tradisi tahunan Sedekah Laut di Tambak Lorok, Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, Minggu 25 Mei 2025.
Tidak hanya hadir secara simbolis, BRI juga mengambil peran aktif dalam mendukung pemberdayaan masyarakat pesisir melalui program literasi keuangan, digitalisasi layanan perbankan, hingga penyaluran kredit bagi nelayan.
Kehadiran BRI dalam Sedekah Laut tahun ini menjadi wujud nyata keterlibatan sektor perbankan dalam pelestarian budaya sekaligus pembangunan ekonomi lokal.
Lewat beragam program seperti AgenBRILink, penggunaan QRIS, BRImo, dan layanan BRI Merchant, BRI mendorong akses keuangan digital bagi komunitas nelayan yang sebelumnya tergolong kurang terlayani secara perbankan (underbanked).
“Ini adalah momen yang tepat untuk mendekatkan layanan keuangan dengan masyarakat pesisir. Kami hadir sebagai mitra pertumbuhan ekonomi nelayan,” ujar perwakilan BRI Unit Tanjungmas dalam kesempatan tersebut.
Lebih lanjut, BRI juga menggencarkan literasi keuangan kepada nelayan, termasuk pelatihan pengelolaan keuangan rumah tangga dan usaha mikro.
Sejumlah pelatihan pemasaran dan pendampingan usaha juga digelar untuk mendukung tumbuhnya UMKM sektor perikanan di kawasan Tambak Lorok dan sekitarnya.
Puncak acara Sedekah Laut digelar pada Minggu pagi dengan prosesi larung sesaji berupa kepala kerbau dan hasil bumi yang dilarung ke tengah laut. Prosesi ini diikuti lebih dari 450 perahu nelayan yang memenuhi perairan Tanjung Emas.
Suasana meriah terasa di sepanjang kawasan pesisir, dengan warga dan nelayan berpartisipasi dalam arak-arakan yang diiringi tabuhan gamelan dan nuansa gotong royong yang kuat.
Baca Juga: BRI Dorong Ekonomi Rakyat dengan Kredit Mikro Ratusan Triliun Rupiah
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti secara langsung membuka acara dan turut serta dalam prosesi larungan.
“Ini adalah bulan-bulan di mana seluruh warga Kota Semarang sedang mengucapkan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa dan kepada alam semesta atas anugerah yang diberikan,” ujar Agustina saat menghadiri prosesi larung sesaji.
Dirinya menambahkan bahwa setiap warga memiliki cara masing-masing dalam mengekspresikan rasa syukur.
“Yang memiliki laut, melakukan sedekah laut. Yang memiliki sawah atau usaha lainnya mengadakan wayangan, pengajian, atau bentuk doa bersama sesuai tradisinya,” lanjutnya.
Bahkan dalam dua hari terakhir, setidaknya tujuh titik di berbagai kecamatan seperti Gajahmungkur, Banyumanik, Semarang Barat, Gayamsari, Genuk, dan Semarang Utara turut menggelar kegiatan serupa sedekah bumi.
Hal ini membuktikan bahwa Kota Semarang tetap lekat dengan akar budayanya, meskipun terus berkembang sebagai kota metropolitan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
Pilihan
-
Emas dan Perak Meroket Ekstrem, Analis Prediksi Tren Bullish Paling Agresif Abad Ini
-
Rumus Keliling Lingkaran Lengkap dengan 3 Contoh Soal Praktis
-
Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
-
Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI
Terkini
-
OTT Bupati Sudewo, KPK Amankan Rp2,6 Miliar! Inilah Alur Pemerasan Jabatan Perangkat Desa di Pati
-
5 Modus Korupsi Bupati Pati Sudewo, Peras Kades Demi Jabatan Perangkat Desa
-
Bukan LCGC! Ini 3 MPV Bekas Rp80 Jutaan Paling Nyaman dan Irit BBM, Dijamin Senyap di Tol
-
Usai OTT Bupati Sudewo, Pelayanan Publik di Kabupaten Pati Dipastikan Kondusif
-
Kunci Jawaban Matematika Kelas 4 Halaman 132: Panduan Belajar Efektif