SuaraJawaTengah.id - PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus memperluas jangkauan inklusi keuangan di berbagai sektor, termasuk sektor keagamaan.
Kali ini, BRI Cabang Semarang Brigjen Sudiarto menjalin kerja sama strategis dengan Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kota Semarang untuk mendukung digitalisasi keuangan di lingkungan tempat ibadah dan komunitas binaan GAMKI.
GAMKI Kota Semarang sendiri memiliki struktur organisasi yang cukup luas, terdiri dari 16 Pengurus Anak Cabang (PAC) yang tersebar di berbagai wilayah.
Melalui kolaborasi ini, BRI siap memfasilitasi pembukaan rekening untuk para pengurus di tingkat DPC (Dewan Pengurus Cabang), PAC, hingga individu yang tergabung dalam organisasi tersebut.
Tidak hanya itu, BRI juga menawarkan berbagai layanan transaksi digital yang dapat dimanfaatkan oleh jemaat dan pelaku usaha kecil menengah yang berada di bawah naungan komunitas GAMKI.
Funding and Transaction Manager BRI Cabang Semarang Brigjen Sudiarto, Sanie Febriyanti, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan wujud nyata BRI dalam mendukung kemajuan komunitas berbasis keagamaan dan sosial.
Melalui pembukaan rekening untuk PAC hingga pengurus DPC, BRI memberikan kemudahan pengelolaan keuangan yang lebih terstruktur dan transparan.
"Kerja sama ini kami sambut dengan penuh semangat. Harapan kami, kolaborasi antara BRI dan GAMKI Kota Semarang tidak hanya berhenti di pembukaan rekening semata, tetapi juga berkembang ke ranah lain yang lebih luas," ujar Sanie Febriyanti pada Sabtu (10/5/2025).
“Kami siap mendukung penuh digitalisasi keuangan bagi UMKM binaan GAMKI dengan memberikan akses layanan transaksi seperti QRIS dan alat pembayaran digital lainnya,” tambahnya.
Baca Juga: BRI Pandanaran Gelar Undian Panen Hadiah Simpedes, Dorong Ekosistem Digital dan UMKM Tangguh
Menurut Sanie, keberadaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sangat membantu dalam memudahkan transaksi nontunai, baik untuk persembahan ibadah di gereja maupun untuk kegiatan usaha yang dijalankan oleh pelaku UMKM di bawah komunitas.
"BRI ingin mendorong semua kalangan, termasuk organisasi keagamaan, untuk siap menghadapi era digital dan memperluas literasi keuangan kepada masyarakat," katanya.
Sementara itu, Ketua GAMKI Kota Semarang, Yehezkiel, menyambut baik inisiatif BRI yang memberikan ruang kolaborasi dan dukungan nyata dalam kegiatan Rapat Kerja (Raker) Dewan Pimpinan Cabang GAMKI Kota Semarang.
Ia mengungkapkan rasa terima kasihnya atas peran aktif BRI dalam memfasilitasi kebutuhan keuangan organisasi mereka.
“Kami berterima kasih kepada BRI yang sudah memfasilitasi kegiatan kami dalam Raker DPC GAMKI Kota Semarang. Ini merupakan awal yang baik untuk membangun kerja sama yang lebih kuat ke depan,” ujar Yehezkiel.
Lebih lanjut, ia menyatakan kesiapan GAMKI untuk melakukan roadshow ke gereja-gereja dan sekolah-sekolah dalam rangka menyosialisasikan pentingnya literasi dan layanan keuangan digital, termasuk pembukaan rekening, penggunaan QRIS, serta pemanfaatan produk perbankan lain yang mendukung pengembangan komunitas dan UMKM.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
BRI DPLK: Cara Buka Dana Pensiun dan Aktifkan Autopayment di BRImo
-
Polisi Libatkan Densus 88 dan Jatanras Usut Pembakaran Warung Mi dan Babi di Sukoharjo
-
Wapres Gibran Serukan Dukungan untuk Stabilitas Ekonomi Usai Pergantian Menkeu
-
20 Ribu Prompt Belum Tentu Jadi Hak Cipta, Pakar Soroti Batas Karya AI
-
UU Ketenagakerjaan Dikejar Deadline, Akademisi Soroti Minimnya Riset Empiris