SuaraJawaTengah.id - Fenomena banjir rob kembali menghantui pengguna jalan yang melintas di jalur Pantura, khususnya di ruas Jalan Nasional Semarang-Demak.
Genangan air yang terjadi pada Minggu (1/6/2025) petang itu membuat aktivitas lalu lintas terganggu, tepatnya di wilayah Desa Sriwulan, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak.
Kondisi ini semakin memprihatinkan karena ketinggian air mencapai 50 sentimeter, sehingga banyak pengendara, terutama kendaraan roda dua, merasa khawatir untuk menerobos genangan.
Mereka khawatir motor mogok dan mengalami kerusakan mesin jika tetap memaksa melintas.
Beberapa pengendara pun memilih jalur alternatif dengan melewati jalan desa, meskipun kondisi jalur tersebut tidak bersahabat. Aspalnya rusak parah dan sempit.
Namun demikian, pilihan ini dianggap lebih aman dibandingkan harus melintasi banjir rob yang bisa menyebabkan kendaraan mogok di tengah jalan.
Sementara itu, sejumlah pengendara roda empat maupun roda dua yang nekat menerobos genangan rob justru mengalami masalah. Banyak kendaraan dilaporkan mogok, menambah panjang antrean dan menyebabkan kemacetan parah.
Lalu lintas terpantau tersendat hingga lebih dari 1 kilometer, baik dari arah Semarang menuju Demak maupun sebaliknya.
Seorang pengguna jalan, Abdillah, menceritakan pengalamannya terjebak macet selama satu jam dalam perjalanan dari Semarang menuju Demak.
Baca Juga: Awas Banjir Rob! Pesisir Jawa Tengah Diminta Waspada, Cek Tanggalnya
Ia akhirnya memilih melewati jalan desa bersama pengendara motor lainnya.
“Meskipun jalannya rusak, hal tersebut tidak masalah daripada harus mati mesin dan motornya mogok,” ujar Abdillah, seorang mahasiswa asal Semarang.
Ia menambahkan bahwa banjir rob di kawasan tersebut sudah menjadi fenomena harian yang mengganggu kenyamanan warga dan pengguna jalan. Bahkan menurutnya, kondisi ini memburuk sejak adanya proyek pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak.
"Rob makin parah sejak adanya pembangunan Tol Semarang-Demak," katanya menambahkan.
Hal senada juga disampaikan Kusnadi, warga yang hendak menuju Semarang. Ia memilih berhenti di tepi jalan dan menunggu hingga air surut demi menghindari kerusakan mesin kendaraan.
Baginya, risiko menerobos genangan rob sangat tinggi, apalagi jika sampai harus mengeluarkan biaya tambahan untuk perbaikan kendaraan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- 5 Rekomendasi Sepatu Lari Kanky Murah tapi Berkualitas untuk Easy Run dan Aktivitas Harian
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Selalu Terus Bertransformasi, BRI Yakin Mampu Memberikan Hasil Optimal
-
Bagian dari Danantara, BRI Turut Memberikan Dukungan Nyata dalam Pembangunan Rumah Hunian di Aceh
-
5 Mobil Bekas Seharga Motor yang Layak Dibeli, Cuma Rp17 Juta!
-
Waspada! Semarang dan Jawa Tengah Diprediksi Dilanda Hujan Lebat Disertai Petir Hari Ini