SuaraJawaTengah.id - Di jantung Kota Surakarta atau Solo, terdapat sebuah tradisi budaya yang tak hanya unik, tetapi juga sarat dengan nuansa mistis dan spiritual.
Tradisi ini berkaitan dengan keberadaan seekor kerbau albino yang dikenal dengan sebutan kebo bule, sosok yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah dan identitas Keraton Surakarta Hadiningrat.
Kebo bule bukan sekadar hewan ternak biasa. Ia dianggap sebagai pusaka hidup, simbol keramat yang dipercaya membawa perlindungan dan keselamatan bagi keraton serta masyarakat sekitarnya.
Kehadirannya begitu dijaga dan dihormati karena diyakini menyimpan nilai-nilai spiritual yang mendalam.
Asal-usul Kebo Bule dan Tanda Ilahi
Kisah kebo bule bermula dari masa pemerintahan Sunan Paku Buwono I, sang pendiri Keraton Surakarta. Setelah kerusuhan di Kartasura, beliau mencari tempat baru untuk membangun keraton.
Dalam perjalanan tersebut, beliau melihat seekor kerbau putih tidur di bawah pohon beringin. Kulitnya pucat, matanya merah muda sungguh tak biasa. Saat hendak ditangkap, kerbau itu lari ke arah timur.
Sunan menganggap itu bukan kebetulan, melainkan tanda dari Yang Maha Kuasa. Ia dan rombongan mengikuti jejak sang kerbau hingga sampai ke daerah Salak, yang kemudian menjadi Kota Solo seperti yang kita kenal hari ini.
Maka, keberadaan kerbau putih ini sejak awal sudah menyatu dengan fondasi spiritual Keraton Surakarta.
Baca Juga: Cerita Horor Pocong Kecil dari Jalur Selatan: Kisah Mistis di Hutan Jawa Tengah
Kiai Slamet dan Garis Keturunannya
Kerbau putih itu akhirnya ditangkap dan dipelihara di lingkungan keraton. Ia diberi nama Kiai Slamet. Keraton lalu mengawinkannya dengan kerbau betina bernama Nyai Bagilan.
Dari pasangan ini lahirlah keturunan kerbau putih lainnya yang hingga kini tetap dirawat dan dimuliakan.
Keturunan Kiai Slamet inilah yang disebut kebo bule keraton. Mereka hidup bukan sebagai hewan biasa, tetapi sebagai pusaka hidup, simbol keberkahan dan penjaga spiritual kerajaan.
Perawatan mereka sangat istimewa, mulai dari makanan, kandang, hingga ritual pembersihan dan penyucian secara berkala.
Kirab Malam 1 Suro: Pusaka yang Diarak
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Shio yang Paling Berpotensi Jadi Pengusaha Sukses
- Harga Sepatu Skechers Original, Cek 5 Pilihan Terbaik untuk Jalan dan Lari
- Kipas Angin Model AC yang Resmi dan Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasinya
- Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada
- 4 Shio Beruntung 6 September 2026, Hidup akan Lebih Ringan
Pilihan
-
Amarah Warga Pati Meledak, Kiai Sekaligus Tokoh Pemerintahan Cabuli Santriwati
-
Siswa SMK di Karo Diduga Hilang Ingatan Usai Keracunan MBG, Amnesty Desak Program Disetop
-
Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, 6 Kali Erupsi Strombolian Terekam
-
Gunung Anak Krakatau 'Muntah-muntah' Lagi Selasa Pagi Ini, 3 Kali Erupsi
-
Bandara Soetta dan Halim Mulai Dibuka untuk Penerbangan
Terkini
-
Cara Cek Penawaran BRI Multiguna Pre-Approved di BRImo
-
Amarah Warga Pati Meledak, Kiai Sekaligus Tokoh Pemerintahan Cabuli Santriwati
-
Akbar Firmansyah Antusias Kembali Bermain di Stadion Gelora 10 November
-
SGIC IX 2026 Torehkan Benefit Rp10,5 Miliar, Dirut Semen Gresik Dorong Insan Terus Berani Berinovasi
-
Yuk Ikutan Solo Run Fest 2026, Beli Tiket lebih Mudah lewat BRImo!