Permaisuri Sultan Agung, Gusti Ratu Putri, melihat kuda itu kabur dan nekat mengejarnya meski tengah hamil besar. Kibodo sudah mengingatkan, tapi sang ratu tetap berlari.
Di tengah perjalanan mengejar kuda, ia mengalami keguguran. Peristiwa ini sangat tragis dan meninggalkan luka mendalam di hati sang permaisuri. Lokasi kejadian itu kini dikenal sebagai Banyutadas, di selatan Gunung Parmoni, Pleret, dekat Kotagede.
5. Munculnya Ratu Misterius: Ratu Permoni
Dalam duka dan tangis, Gusti Ratu Putri bertemu dengan sosok misterius yang mengaku sebagai Ratu Permoni. Wanita ini menawarkan bantuan untuk menangkap kembali kuda sembrani yang kabur. Namun tentu saja, bantuan itu tidak gratis. Ratu Permoni meminta imbalan yang mengejutkan. Jika ia berhasil, ia ingin menikah dengan Sultan Agung.
Sang Permaisuri yang tertekan dan merasa bersalah akhirnya menyetujui syarat tersebut.
6. Kuda Kembali, Janji Dibayar Mahal
Setelah perjanjian disepakati, kuda sembrani tiba-tiba kembali ke kandang dalam keadaan terikat, seolah dikembalikan secara gaib. Gusti Ratu Putri yang menyaksikan hal ini sadar bahwa Ratu Permoni telah menepati janjinya. Ia pun harus memenuhi bagian dari perjanjian, yaitu merelakan suaminya dinikahi oleh sosok gaib itu.
Barulah saat itulah terungkap identitas asli Ratu Permoni, yaitu penguasa Pantai Selatan, yang oleh sebagian orang dikaitkan dengan figur spiritual seperti Nyi Roro Kidul.
7. Simbol Kekuasaan dan Dunia Gaib dalam Budaya Jawa
Baca Juga: 2 atau 1 Unyeng-unyeng di Kepala? Ini Mitosnya Menurut Kepercayaan Jawa
Kisah ini bukan sekadar legenda kuda bersayap. Ia menggambarkan kompleksitas dunia spiritual dalam budaya Jawa, perpaduan antara kekuasaan, kesaktian, dan perjanjian dengan alam gaib.
Kuda Sembrani menjadi simbol kekuatan raja, tapi sekaligus membawa konsekuensi berat seperti keguguran sang ratu dan hadirnya entitas gaib di lingkaran kekuasaan.
Kisah ini juga menunjukkan bahwa dalam pandangan Jawa, kekuasaan sejati harus dijaga dengan ritual, pengorbanan, dan koneksi spiritual yang kuat.
Kuda Sembrani bukan sekadar makhluk mitologi. Ia adalah potret dari cara masyarakat Jawa memaknai kekuasaan, kesetiaan, hingga tragedi. Kisah ini mengingatkan kita bahwa dalam setiap kejayaan, selalu ada sisi gelap dan pengorbanan yang tak terlihat. Apakah Kuda Sembrani benar-benar ada atau hanya dongeng? Hanya leluhur dan langit Jawa yang tahu jawabannya.
Kontributor : Dinar Oktarini
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Bicara ke 503 Ketua DPRD di Akmil, Prabowo: Kita Boleh Beda Partai Tapi Tetap Satu Patriot
-
Ultimatum Zulhas ke SPPG: Ini Misi Peradaban, Jangan Cuma Cari Cuan!
-
Gebrakan PKB Jateng: 819 Kader Jalani Fit and Proper Test Demi Mesin Politik 2029!
-
Alarm Darurat Kampus! Mahasiswa UNNES-PMII Salatiga Gerak Cepat Lawan Kekerasan Seksual
-
Ditresnarkoba Polda Jateng Bongkar Jaringan Obat Terlarang di Pekalongan, Ribuan Pil Disita