SuaraJawaTengah.id - Tambang galian C di Desa Bungu, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, longsor, Rabu (30/7/2025).
Kejadian itu menewaskan satu pekerja. Polres Jepara kini melakukan penyelidikan terkait penyebab longsor tersebut.
Melansir ANTARA, Kamis (31/7/2025), longsor yang terjadi di area tambang galian C di Desa Bungu pada Selasa (29/7/2025) sekitar pukul 14.30 WIB menyebabkan seorang pekerja bernama Mathori (45) meninggal.
Warga Desa Bategede, Kecamatan Nalumsari, itu meninggal dunia karena tertimbun longsoran material.
Sulkan, salah satu rekan korban yang selamat, menyampaikan bahwa pada saat kejadian ada tiga orang yang sedang menaikkan batu ke truk di bawah tebing.
Namun, tebing setinggi sekitar 20 meter yang sedang ditambang tiba-tiba longsor.
"Biasanya kalau mau longsor ada tanda-tanda, seperti suara rintik-rintik dulu. Tapi ini tidak ada, langsung longsor," kata Sulkan.
Dua pekerja berhasil menyelamatkan diri, tetapi Mathori yang berada di paling belakang tidak sempat menghindari longsoran.
Truk pengangkut bahan galian juga rusak parah karena tertimpa longsoran material.
Baca Juga: Bencana Longsor Petungkriono: 11 Orang Meninggal, 15 Masih Hilang
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jepara AKP M Faizal Wildan Umar Rela menjelaskan pihaknya sudah menerjunkan tim ke lokasi kejadian.
"Kami juga sudah memerintahkan Unit Tipiter untuk mengecek langsung ke lokasi. Kami juga meminta klarifikasi dari pemilik tambang serta sejumlah saksi di lapangan," tegas dia.
Menurut dia, kepolisian juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah dokumen terkait perizinan tambang serta penerapan standar keamanan kerja.
"Akan kami lihat apakah ada izin atau tidak, serta kemungkinan adanya kelalaian yang menyebabkan korban meninggal dunia. Jika ditemukan pelanggaran hukum, akan diproses sesuai aturan yang berlaku," ujarnya.
Selama penyelidikan berlangsung, area tambang yang longsor dipasangi garis polisi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Tak Lagi Optimis Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Respons Santai: Pilpres Masih Jauh
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
- Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
500 Relawan BRI Peduli Bergerak Jaga Kebersihan di Tengah Gelaran MotoGP Mandalika 2026
-
Pelajar SMP Tewas dengan Luka di Kepala di Semarang, Polisi Selidiki Dugaan Tawuran
-
Empat Tahun Berturut-turut, BRI Jadi Merek Paling Bernilai di Indonesia Versi Brand Finance
-
Semarang Heritage Night Run 2026, Strategi Hidupkan Wisata dan Ekonomi Kota Lama
-
Dari Guru Besar Hukum UNS, Pujiyono Suwadi Kini Pimpin Universitas Adhyaksa, Ini Rekam Jejaknya