SuaraJawaTengah.id - Memasuki bulan Agustus 2025, banyak orang mulai menyusun rencana besar, mulai dari pernikahan, pindah rumah, hingga merintis bisnis baru. Di tengah modernitas, kalender Jawa ternyata masih menjadi panduan utama bagi sebagian masyarakat untuk mencari hari baik demi kelancaran hajat.
Bukan sekadar penanggalan kuno, kalender Jawa yang merupakan perpaduan sistem Saka (Hindu-Buddha) dan Hijriah (Islam) ini menawarkan sebuah "algoritma" kehidupan yang diyakini dapat membantu memprediksi dan merencanakan masa depan.
Sistem ini tak hanya melihat tanggal, tapi juga memperhitungkan kombinasi hari dan pasaran yang disebut weton.
Bulan Agustus 2025 menjadi sangat menarik karena mencakup dua bulan dalam penanggalan Jawa, yaitu akhir bulan Sapar dan awal bulan Mulud 1959.
Pergantian ini bukan sekadar pergantian angka, melainkan membawa makna spiritual dan kultural yang dalam, terutama saat memasuki bulan Mulud yang sering dianggap penuh berkah.
Bagi Anda yang tengah mencari tanggal spesifik untuk agenda penting, memahami pergerakan tanggalan Jawa di bulan Agustus 2025 adalah langkah awal yang krusial.
Rincian Lengkap Kalender Jawa Agustus 2025
Berikut adalah daftar lengkap penanggalan Masehi yang disandingkan dengan kalender Jawa, lengkap dengan hari pasaran untuk bulan Agustus 2025:
1 Agustus 2025 = Jumat Kliwon = 7 Sapar 1959
2 Agustus 2025 = Sabtu Legi = 8 Sapar 1959
3 Agustus 2025 = Minggu Pahing = 9 Sapar 1959
4 Agustus 2025 = Senin Pon = 10 Sapar 1959
5 Agustus 2025 = Selasa Wage = 11 Sapar 1959
6 Agustus 2025 = Rabu Kliwon = 12 Sapar 1959
7 Agustus 2025 = Kamis Legi = 13 Sapar 1959
8 Agustus 2025 = Jumat Pahing = 14 Sapar 1959
9 Agustus 2025 = Sabtu Pon = 15 Sapar 1959
10 Agustus 2025 = Minggu Wage = 16 Sapar 1959
11 Agustus 2025 = Senin Kliwon = 17 Sapar 1959
12 Agustus 2025 = Selasa Legi = 18 Sapar 1959
13 Agustus 2025 = Rabu Pahing = 19 Sapar 1959
14 Agustus 2025 = Kamis Pon = 20 Sapar 1959
15 Agustus 2025 = Jumat Wage = 21 Sapar 1959
16 Agustus 2025 = Sabtu Kliwon = 22 Sapar 1959
17 Agustus 2025 = Minggu Legi = 23 Sapar 1959
18 Agustus 2025 = Senin Pahing = 24 Sapar 1959
19 Agustus 2025 = Selasa Pon = 25 Sapar 1959
20 Agustus 2025 = Rabu Wage = 26 Sapar 1959
21 Agustus 2025 = Kamis Kliwon = 27 Sapar 1959
22 Agustus 2025 = Jumat Legi = 28 Sapar 1959
23 Agustus 2025 = Sabtu Pahing = 29 Sapar 1959
24 Agustus 2025 = Minggu Pon = 1 Mulud 1959
25 Agustus 2025 = Senin Wage = 2 Mulud 1959
26 Agustus 2025 = Selasa Kliwon = 3 Mulud 1959
27 Agustus 2025 = Rabu Legi = 4 Mulud 1959
28 Agustus 2025 = Kamis Pahing = 5 Mulud 1959
29 Agustus 2025 = Jumat Pon = 6 Mulud 1959
30 Agustus 2025 = Sabtu Wage = 7 Mulud 1959
31 Agustus 2025 = Minggu Kliwon = 8 Mulud 1959
Memahami Weton, Neptu, dan Kaitannya dengan Primbon
Baca Juga: Ramalan Weton Sabtu Pahing: Karakter, Rezeki, dan Jodoh Menurut Primbon Jawa
Mengapa daftar di atas begitu penting? Kuncinya terletak pada konsep Weton dan Neptu yang menjadi jantung dari Primbon Jawa.
Weton adalah gabungan dari tujuh hari (Senin-Minggu) dengan lima hari pasaran (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon).
Setiap hari dan pasaran memiliki nilai angka yang disebut Neptu.
Jumlah Neptu dari weton kelahiran seseorang atau weton pada hari tertentu inilah yang digunakan dalam Primbon untuk berbagai perhitungan.
Primbon adalah kumpulan pengetahuan tradisional Jawa yang mencakup ramalan, kepercayaan, dan panduan dalam kehidupan sehari-hari.
Dari perhitungan Neptu, dapat diketahui kecocokan jodoh, watak seseorang, hingga penentuan hari baik untuk menggelar acara penting agar terhindar dari kesialan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
Pilihan
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
Terkini
-
Mengenal Rumus Segitiga Sembarang dan Cara Menghitung Luasnya
-
Apel Siaga Bulan K3 Nasional, Semen Gresik Tegaskan K3 sebagai Budaya dan Prioritas Utama
-
Warga Pati Berpesta: Kembang Api Sambut Tumbangnya Bupati Sudewo
-
7 Fakta Mengejutkan Kasus Korupsi Bupati Pati: Dari Jual Beli Jabatan hingga Suap Proyek Kereta Api
-
Pantura Jateng Siaga Banjir dan Longsor! BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat Ekstrem