SuaraJawaTengah.id - Citra Candi Borobudur hadir dalam bentuknya yang magis. Metais. Abu-abu tersepuh emas putih.
Nelson Ferreira, pelukis asal Portugal berkebangsaan Inggris, dikenal sebagai seniman ekshibisionis. Dari tangannya lahir berbagai lukisan silang medium.
Tidak hanya memulas cat di atas kanvas, Nelson mencipta karya menggunakan campuran material kayu dan logam. Menggabungkan teknik cap, cukil kayu, dan egg tempera.
Karya-karyanya dominan bernuansa Kristen kuno dan para Santo di Eropa. Saint Esperidius misalnya, menampilkan style lukisan gereja Yunani abad pertengahan.
Egg tempera sendiri adalah teknik melukis kuno pada medium kayu. Bahan pigmen tertentu dicampur kuning telur agar menghasilkan cat permanen yang cepat kering dan tahan lama.
Pada era Renaisans tenik melukis ini sangat populer. Lukisan egg tempera menghasilkan karya yang detail dan memiliki efek logam berkilau.
Material Platina
Salah satu lukisan terkenal Nelson Ferreira adalah Batalha Monastery, salah satu gereja bersejarah di Portugal.
Lukisan berjudul ‘Lightscapes of the Night: the Monastery's West Facade’ dibuat menggunakan teknik plati gleam.
Baca Juga: Perayaan Waisak 2025 di Borobudur, Sejarah Biksu Thudong, Lampion, dan Romansa Pasar Medang
Plati gleam adalah teknik melukis menggunakan campuran logam platina sebagai bahan dasar pewarnaan.
Logam platina yang memiliki sifat transmisi cahaya terbatas, menyebabkan lukisan hanya terlihat pada intensitas pencahayaan tertentu.
Pada kondisi terpapar cahaya maksimum, lukisan plati gleam terlihat seperti kanvas kosong. Namun saat gelap, eksposur cahaya pada sebagian bidang kanvas memunculkan garis gambar yang samar.
Sekilas lukisan tampak seperti negatif film berwarna keperakan. Jejak campuran logam platina pada sapuan kuas, menampilkan wujud-wujud gambar yang unik.
“Plati gleam adalah platina. Benda logam yang bersinar jika terkena cahaya. Tapi teknik melukisnya tetap rahasia. Komposisinya (plati gleam) tidak dapat saya jelaskan,” kata Nelson Ferreira.
Platina termasuk jenis logam mulia. Kebanyakan orang menyebut platina sebagai emas putih yang merujuk pada harga belinya yang termasuk tinggi.
Pada situs jual-beli logam mulia, Bullion Rates, satu gram platina dijual seharga Rp707 ribu. Jauh lebih mahal dibanding perak yang ditawarkan Rp 20 ribu per gram.
Magis Candi Jawa
Sejak Agustus kemarin, Nelson berkarya di Indonesia. Kedatangannya merupakan tindak lanjut dari program Twin World Heritage antara Candi Borobudur dengan Monastery Batalha Portugal.
Selama di Indonesia, Nelson melukis situs purbakala: Candi Prambanan, Candi Sewu, dan Borobudur.
Dalam imaji Nelson Ferreira, ketiga candi hadir dalam nuansa transendental. Tekstur platina pada lukisan candi, menegaskan warna magis.
Terutama saat kali pertama melukis Candi Sewu, Nelson mengaku mengalami ‘kilatan’ imajinasi yang membuatnya mendapat begitu banyak sudut pandang kreatif.
Perspektif yang kemudian menjadi fondasi dasar melukis Candi Prambanan dan Borobudur. “Saya menjadi memiliki dasar ide bagaimana mengapikasikan teknik plati gleam untuk melukis ketiga candi. Pengalaman itu membuat saya merinding.”
Melukis ‘Buta’
Nelson bisa dibilang melukis ketiga candi dalam keadaan ‘buta’. Sebab campuran logam platina sebagai pewarna tidak bisa seketika muncul di kanvas saat material masih basah.
Hasil sapuan kuas baru terlihat sekitar satu jam, setelah campuran platina yang diaplikasikan pada kanvas mulai mengering. Tantangan lainnya, melukis harus dilakukan pada malam saat gelap.
“Indonesia sangat lembab. Di Portugal hanya butuh lima menit agar material platina kering. Di sini butuh lebih dari satu jam. Otomatis waktu melukis jadi lebih lama.”
Tantangan melukis menggunakan teknik plati gleam, sama seperti seni kaligrafi pada kertas xuan di Tiongkok atau menulis kanji Jepang di atas kertas beras.
Saat tinta masih basah, tulisan seperti terlihat berantakan di atas kertas. Tapi begitu kelembaban tinta berkurang, tulisan akan semakin jelas terlihat.
Nelson Ferreira mengaku ketertarikannya melukis situs-situs cagar budaya dilatari oleh semangat untuk kembali menghormati dan memunculkan karya monumental dari masa lalu.
Menurut Nelson, terutama di museum-museum Eropa ada keterpisahan antara peninggalan peradaban masa lalu dengan seni kontemporer hari ini.
“Saya mencoba menghubungkan kembali dunia spiritualitas dan seni kontemporer. Saat ini, keduanya benar-benar terpisah. Museum seni kontemporer, justru mengejek spiritualitas, agama-agama tradisional, dan mengabaikan budaya kuno.”
Twin Heritage
Commercial Group Head PT Taman Wisata Borobudur, AY Suhartanto mengatakan, program Twin World Heritage dimulai sejak tahun 2017.
Menjalin kerja sama dengan sejumlah destinasi dunia, antara lain Candi Borobudur dengan Angkor Wat, Monastery Batalha, dan Machu Picchu, serta Candi Prambanan dengan Taj Mahal.
“Twin World Heritage merupakan langkah untuk mengenalkan serta menaikkan awareness destinasi Indonesia di mata dunia. Program ini antara lain kerja sama meningkatkan pengunjung (market share), kerja sama promosi digital marketing dan joint exhibition,” kata AY Suhartanto.
Kontributor : Angga Haksoro Ardi
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
Terkini
-
Peta Jalur Rawan Longsor di Magelang: Waspada Saat Mudik Lebaran 2026!
-
Pertamina Siaga Penuh! Layanan Ekstra dan Antisipasi Dua Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 di Jateng
-
Momen Penuh Makna, Danantara Rayakan Ultah Pertama dengan Hadiah Fantastis untuk Pelajar
-
Jangan Sampai Motor Mogok di Jalan! Ini 4 Titik Krusial yang Wajib Dicek Sebelum Mudik Lebaran
-
5 Fakta Aksi Napi Lapas Nirbaya Nusakambangan yang Kabur dan Ditangkap Warga