SuaraJawaTengah.id - Rangkaian perayaan Waisak di Candi Borobudur menampilkan beberapa ritual suci umat Buddha dan kebesaran peradaban Mataram Kuno.
Selain festival lampion yang menarik perhatian para wisatawan, sedikitnya ada dua rangkaian Waisak yang sarat dengan nilai spiritual dan kebudayaan.
Salah satunya, perjalanan para biksu thudong dari Thailand menempuh jarak sekitar 2.800 kilometer, yang menggambarkan ketaatan mereka pada ajaran Buddha.
“Thudong ini dipraktekkan oleh para biksu dhutanga. Mereka ini semacam para biksu yang (tinggal) di hutan yang masih menjalani tradisi sampai hari ini. Boleh dikatakan sudah tidak banyak yang mempraktikan,” kata Kevin Wu, Ketua Pelaksana Thudong 2025 wilayah Jakarta.
Dikutip dari buku “Forest Monks and the Nation-state: An Anthropological and Historical Study in Northeastern Thailand” yang ditulis J. L. Taylor, para biksu thudong sering ditemui mengembara di hutan-hutan.
Mereka berjalan sendirian atau berkelompok dalam satu barisan. Upaya mereka melepaskan diri dari keterikatan dengan dunia terlihat dari jubah yang mereka kenakan sering terlihat sangat sederhana.
Ciri lainnya adalah payung meditasi yang senantiasa dipanggul di bahu. Satu-satunya pelindung dari panas dan hujan selama perjalanan ribuan kilometer.
“Berjalan sendiri atau dalam kelompok kecil dalam satu baris. Jubah oker bertambal warna mustard hangus. Payung meditasi di atas bahu mereka dan perhatian terfokus pada ‘jarak bajak’,” kata J. L Taylor.
Meskipun para pertapa pengembara sudah dikenal sejak masa hidup Sang Buddha, biksu thudong di Thailand muncul semasa pemerintahan Raja Mongkut (1851-1868) dan Raja Chulalongkorn (1868-1910).
Baca Juga: Ombudsman Nilai Pemadanan Data Pedagang SKMB Sudah Transparan dan Sesuai Prosedur
Secara rutin mereka melakukan perjalanan jauh ke kuil-kuil atau candi yang dianggap suci di seluruh dunia. Perjalanan dilakukan dengan berjalan (sering tanpa alas kaki) dengan sangat membatasi penggunaan angkutan.
Biksu dhutanga adalah para biksu Buddha yang menerapkan 13 praktik pertapaan sukarela. Praktik pertapaan sederhana yang diantaranya hanya makan dari sedekah, bertujuan membantu para biksu menuju pelepasan hidup dan memurnikan pikiran.
Sebanyak 38 biksu thudong yang saat ini dalam perjalanan menuju Candi Borobudur adalah utusan resmi Raja Thailand. Diperkirakan mereka tiba di kompleks Candi Borobudur sore nanti.
“Kita sangat bersyukur yang dipilih Borobudur. Kenapa tidak ke India? Tempat lahir Buddha, pencerahan, tempat wafatnya Buddha. Ada sesuatu yang mereka lihat di Borobudur. Satu gerakan hati, gerakan spiritual. Entah itu bentuknya petunjuk, saya tidak tahu,” kata Kevin Wu, Ketua Pelaksana Thudong 2025 wilayah Jakarta.
Raja Naga Pelindung Buddha
Selain perjalanan biksu thudong, rangkaian acara Waisak yang menarik perhatian wisatawan adalah festival lampion. Sebanyak 2.569 lampion akan diterbangkan menjelang malam puncak detik-detik Waisak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- 7 Sepatu Skechers Wanita Tanpa Tali, Simple Cocok untuk Usia 45 Tahun ke Atas
Pilihan
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
Terkini
-
Tragedi Gunung Slamet: Syafiq Ali Ditemukan Tewas Setelah 16 Hari Pencarian Dramatis
-
Sebelum Dipulangkan Syafiq Ali Pendaki Hilang di Gunung Slamet akan Diautopsi di Pemalang
-
9 Fakta Mengerikan di Balik Kerusuhan Iran: Ratusan Tewas, Ribuan Ditangkap, dan Ancaman Militer AS
-
Suzuki Karimun 2015 vs Kia Visto 2003: Pilih yang Lebih Worth It Dibeli?
-
Banjir Lumpuhkan SPBU Kudus, Pertamina Patra Niaga Sigap Alihkan Suplai BBM Demi Layanan Optimal