SuaraJawaTengah.id - Tekanan publik terhadap Bupati Pati Sudewo terkait dugaan korupsi proyek di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan semakin memanas.
Ribuan warga yang tergabung dalam Masyarakat Pati Bersatu kembali turun ke jalan, menggelar aksi penggalangan surat massal untuk mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar segera menetapkan Sudewo sebagai tersangka.
Aksi yang dipusatkan di Alun-alun Pati pada Senin (25/8/2025) ini menjadi eskalasi dari rentetan unjuk rasa sebelumnya.
Warga tidak lagi hanya berorasi, tetapi mengambil langkah konkret dengan membubuhkan tanda tangan pada surat yang akan dikirimkan langsung ke markas komisi antirasuah di Jakarta.
Koordinator Masyarakat Pati Bersatu, Teguh Istiyanto, menegaskan bahwa gerakan ini bukan aksi sesaat. Aksi dukungan ini direncanakan akan digelar selama tiga hari penuh, dimulai sejak hari ini.
"Dalam aksi menggalang dukungan masyarakat untuk mengirimkan surat desakan kepada KPK agar menetapkan dan menahan Bupati Pati Sudewo sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalur kereta api di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan," tegas Teguh di lokasi aksi.
Menurutnya, kesabaran warga sudah habis. Klaim bahwa Sudewo telah mengembalikan sejumlah uang ke KPK terkait proyek tersebut menjadi pemicu utama.
Bagi warga, pengembalian uang tersebut merupakan indikasi kuat adanya keterlibatan dan sudah sepatutnya status hukumnya ditingkatkan dari saksi menjadi tersangka.
"KPK sudah saatnya menetapkan Bupati Pati sebagai tersangka, karena sebelumnya sudah mengembalikan uang dari proyek tersebut ke KPK," ujar Teguh.
Baca Juga: Demo Anarkis di Pati, 11 Orang Diduga Provokator Diciduk Polisi
Meskipun koordinator aksi mengklaim ribuan warga berpartisipasi, pantauan di lokasi menunjukkan massa yang hadir mencapai ratusan orang.
Suasana di Alun-alun Pati tampak ramai sejak pagi, di mana warga secara bergantian mengisi formulir dan surat desakan. Tak hanya itu, mereka juga secara swadaya menggalang donasi dan bahkan menanggung sendiri biaya pengiriman surat ke KPK sebagai bentuk komitmen pribadi.
Salah satu warga, Yasit Abdullah, yang datang bersama istrinya dari Desa Sukoharjo, menyatakan dukungannya secara penuh. Ia percaya bahwa langkah ini merupakan cara efektif untuk memastikan proses hukum berjalan tanpa pandang bulu.
"Saya bersama istri mengisi formulir untuk menyatakan pernyataan melaporkan bapak Sudewo supaya diproses secepatnya oleh KPK," ujarnya dengan mantap.
Gerakan ini merupakan puncak dari kegelisahan publik yang terus bergulir. Sebelumnya, aksi serupa juga telah digelar pada Jumat (22/8) dan aksi unjuk rasa yang lebih besar pada 13 Agustus 2025.
Rentetan aksi ini menunjukkan bahwa kasus dugaan korupsi DJKA yang menyeret nama Bupati Sudewo telah menjadi isu krusial yang menyita perhatian dan memicu ketidakpercayaan masyarakat di Kabupaten Pati.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
Terkini
-
Kudus Darurat Longsor! Longsor Terjang 4 Desa, Akses Jalan Putus hingga Mobil Terperosok
-
5 Lapangan Padel Hits di Semarang Raya untuk Olahraga Akhir Pekan
-
Perbandingan Suzuki Ertiga dan Nissan Grand Livina: Duel Low MPV Keluarga 100 Jutaan
-
Fakta-fakta Kisah Tragis Pernikahan Dini di Pati: Remaja Bercerai Setelah 6 Bulan Menikah
-
Miris! Sopir Truk Kawasan Industri Terboyo Keluhkan Iuran Pemeliharaan Tapi Jalannya Banyak Rompal