SuaraJawaTengah.id - Suhu politik di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, kian memanas seiring bergulirnya Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD terhadap kebijakan Bupati Sudewo.
Tak main-main, proses politik ini disebut-sebut bisa menjadi pintu masuk menuju pemakzulan sang bupati, sebuah kemungkinan yang kini menjadi sorotan serius Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Hak angket sendiri merupakan salah satu instrumen pengawasan tertinggi DPRD yang hasilnya, jika ditemukan pelanggaran serius terhadap perundang-undangan atau sumpah janji jabatan, dapat berujung pada usulan pemberhentian atau pemakzulan kepala daerah kepada Mahkamah Agung.
Di tengah potensi krisis pemerintahan tersebut, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, angkat bicara.
Ia menegaskan bahwa Pemprov Jateng terus memonitor secara cermat jalannya Pansus Hak Angket yang kini menjadi tontonan publik karena digelar secara terbuka.
Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa gejolak politik di Pati telah mendapat perhatian khusus dari level provinsi.
"Kita mengawal apapun hasil dari produk dari DPRD Kabupaten Pati. Pansus ini harus kita hormati. Saya senang karena ini (sifatnya) terbuka," kata Taj Yasin di sela-sela kunjungan kerjanya di Jakarta Pusat, Rabu (20/8/2025).
Menurutnya, proses yang transparan memungkinkan semua pihak, termasuk masyarakat, untuk mengawasi langsung perkembangan dan aspirasi yang dibahas dalam Pansus.
Hal ini krusial mengingat hasil Pansus akan sangat menentukan nasib politik Bupati Sudewo ke depan.
Baca Juga: Demo Anarkis di Pati, 11 Orang Diduga Provokator Diciduk Polisi
Meski demikian, Taj Yasin memberikan peringatan keras agar roda pemerintahan dan pelayanan publik di Kabupaten Pati tidak lumpuh akibat pertarungan politik elite.
Ia khawatir, jika fokus hanya tertuju pada hak angket, masyarakat yang akan menjadi korban.
“Karena banyak yang harus diurus, harus dilayani, enggak boleh berhenti pemerintahannya. Itu yang kita harapkan," tegas politisi yang akrab disapa Gus Yasin tersebut.
Permintaan ini secara implisit menggambarkan adanya kekhawatiran bahwa konflik antara eksekutif dan legislatif di Pati bisa berdampak luas pada stabilitas daerah.
Gus Yasin juga secara khusus meminta Bupati Sudewo untuk tetap menjalankan tugasnya seperti biasa dan tidak terpengaruh oleh proses angket yang berjalan.
Kehadirannya dalam upacara 17 Agustus di Pati beberapa waktu lalu diakuinya sebagai upaya untuk memberikan dukungan moril dan memastikan pemerintahan tetap solid.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Desain Final Stadion Kendal Tornado FC Dirilis, Pembangunan Dimulai Tahun Depan
-
Buntut Penggeledahan "Ponpes" di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak
-
Ancaman Megathrust di Wisata Jateng, Sarif Abdillah Desak Hotel dan Destinasi Punya Standar Mitigasi
-
Bikin Bangga Indonesia! Inovasi Kelas Dunia Antarkan Semen Gresik Raih 4 Bintang di APQO 2026
-
BRI Raih Empat Penghargaan, Dorong UMKM Naik Kelas dan Makin Berdaya