Bagi Sindhunata Gesit, Ketua Teater Lingkar Semarang sekaligus seorang dalang muda, kegiatan ini adalah bukti bahwa budaya Jawa tetap relevan jika disajikan secara luwes. Ia sadar betul tantangan zaman di tengah gempuran budaya luar.
“Saya nggak menampik dengan kehadiran budaya luar karena yang namanya kesenangan tidak bisa dipaksa, tapi tradisi warisan budaya bangsa jangan ditinggalkan. Gamelan, ketoprak, wayang orang silakan tetap ditonton,” tegasnya.
Sindhu kerap melakukan riset mengenai kesenian yang disukai anak muda. Hasilnya ia gunakan untuk mengkolaborasikan seni tradisi dengan unsur kekinian, agar wayang kulit dan gamelan bisa dicintai lintas generasi.
“Dalam seni, tidak ada yang benar atau salah. Yang penting adalah keterhubungan antara penonton dan karya,” tambahnya.
Hari itu, Sanggar Seni Teater Lingkar bukan hanya menjadi ruang belajar musik, tetapi juga ruang perjumpaan lintas bangsa.
Dari jemari musisi Belanda hingga suara dalang muda Jawa, tercipta harmoni yang membuktikan bahwa seni adalah bahasa universal yang mampu menjadi jembatan persahabatan dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Raih Predikat Prestisius Golden Medal 2026, Semen Gresik Pertahankan Bintang Lima TOP GRC
-
Pelabuhan Tanjung Emas Didorong Naik Kelas Jadi Gerbang Utama Ekspor-Impor
-
Kalah dari Persita, Fabio Lefundes: Java United FC Masih Berproses
-
Ketika Al-Qur'an Satukan Semua Golongan: Cerita Dibalik Megahnya MTQ Nasional di Jateng
-
Kendal Tornado FC Menangi Laga Perdana, Presiden Klub Ingin Tim Konsisten dan Disiplin