SuaraJawaTengah.id - Wacana penerbangan langsung dari Jawa Tengah menuju benua Eropa dan negara-negara di luar Asia kini mulai menemui titik terang.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengungkap rencana besar untuk memperpanjang landasan pacu (runway) Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Semarang, sebagai langkah strategis membuka gerbang konektivitas global yang lebih luas.
Langkah ambisius ini diungkapkan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen.
Menurutnya, perpanjangan landasan pacu menjadi syarat mutlak agar pesawat berbadan lebar (wide-body) yang melayani rute jarak jauh antarbenua bisa mendarat dan lepas landas dengan sempurna di ibu kota Jawa Tengah.
"Trek akan diperpanjang, sehingga penerbangan langsung tidak hanya dari wilayah Asia, tetapi juga berbagai negara lain," kata wagub dikutip dari ANTARA pada Sabtu (6/9/2025)
Pria yang akrab disapa Gus Yasin ini juga memberikan sinyal adanya keterlibatan korporasi besar dalam proyek pengembangan tersebut. "Taj Yasin menyebut terdapat rencana pelibatan Danantara dalam pengembangan bandara di ibu kota Jawa Tengah itu."
Kebangkitan konektivitas internasional Semarang ini ditandai dengan penetapan kembali status bandara internasional pada 25 April 2025 lalu. Momen ini menjadi pemantik untuk segera mengaktifkan kembali rute-rute yang sempat mati suri sejak pandemi pada 2020.
Momentum tersebut langsung dimanfaatkan. Tepat pada 5 September 2025, penerbangan komersial internasional reguler perdana akhirnya kembali mengudara, melayani rute Semarang-Kuala Lumpur, Malaysia, yang dioperasikan oleh maskapai AirAsia.
Regional CEO IV PT Angkasa Pura Indonesia, Rahadian Yogisworo, menyambut positif era baru Bandara Ahmad Yani.
Baca Juga: Buntut Demo PBB Ricuh di Pati, Wagub Jateng Sentil Bupati: Harusnya Dengar Pendapat Dulu!
Menurutnya, pembukaan kembali rute internasional ini adalah langkah krusial untuk menjadikan Semarang sebagai salah satu pintu gerbang utama Indonesia di kancah global.
"Keberadaan bandara internasional ini sangat mendukung, terlebih ada kawasan ekonomi khusus Kendal," tambahnya, merujuk pada KEK Kendal yang menjadi magnet investasi industri skala besar.
Tak berhenti di Malaysia, Angkasa Pura telah menyiapkan ekspansi rute berikutnya. Pada November 2025, penerbangan langsung yang menghubungkan Semarang dengan Singapura juga akan segera dibuka, menambah opsi konektivitas di kawasan Asia Tenggara.
"Ke depan, ia mengharapkan akan semakin banyak penerbangan langsung ke Bandara Semarang dari negara-negara lain di Asia," ujar Rahadian.
Dengan dibukanya kembali keran penerbangan internasional dan rencana besar untuk menjangkau rute non-Asia, Pemprov Jateng berharap terjadi akselerasi ekonomi yang signifikan.
Semakin banyak rute yang dibuka, diharapkan akan semakin masif perputaran uang di provinsi ini, baik dari sektor pariwisata, bisnis, maupun perdagangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Desain Final Stadion Kendal Tornado FC Dirilis, Pembangunan Dimulai Tahun Depan
-
Buntut Penggeledahan "Ponpes" di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak
-
Ancaman Megathrust di Wisata Jateng, Sarif Abdillah Desak Hotel dan Destinasi Punya Standar Mitigasi
-
Bikin Bangga Indonesia! Inovasi Kelas Dunia Antarkan Semen Gresik Raih 4 Bintang di APQO 2026
-
BRI Raih Empat Penghargaan, Dorong UMKM Naik Kelas dan Makin Berdaya