Petugas kepolisian dan kesehatan mendatangi lokasi keracunan massal di wilayah Bangetayu Wetan, Semarang, Sabtu (ANTARA/HO-Polsek Genuk)
Sebuah ironi yang menyayat hati, di mana niat berbagi doa justru berujung derita bersama.
Pihak kepolisian bergerak cepat mengamankan sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan untuk diperiksa lebih lanjut di Laboratorium Kesehatan Kota Semarang.
Petugas dari Puskesmas Bangetayu juga disiagakan untuk terus memantau kondisi para korban, memastikan semua warga yang terdampak mendapatkan penanganan medis yang layak.
Hingga Sabtu siang, sebagian besar korban sudah diperbolehkan pulang setelah mendapat perawatan, namun beberapa di antaranya yang mengalami dehidrasi cukup parah masih harus menjalani rawat inap di RS Wongsonegoro untuk observasi lebih lanjut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
Terkini
-
6 Fakta Pembubaran Kegiatan Pemuda Ahmadiyah
-
Polisi Bubarkan Perkemahan Pemuda Ahmadiyah, Jubir JAI: Itu Cuma Camping Anak-Anak dan Olahraga
-
Musim Kemarau Sudah Dekat, BMKG Beri Peringatan Hujan Masih akan Mengguyur Wilayah Jateng
-
Apresiasi Ombudsman Jateng, YPAI biMBA AIUEO: Keadilan untuk Rumah Baca Purbalingga Terwujud
-
Predator Dana Hari Tua: Eks Pegawai Bank Tipu 60 Pensiunan di Purwokerto Lewat Investasi Bodong