Petugas kepolisian dan kesehatan mendatangi lokasi keracunan massal di wilayah Bangetayu Wetan, Semarang, Sabtu (ANTARA/HO-Polsek Genuk)
Sebuah ironi yang menyayat hati, di mana niat berbagi doa justru berujung derita bersama.
Pihak kepolisian bergerak cepat mengamankan sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan untuk diperiksa lebih lanjut di Laboratorium Kesehatan Kota Semarang.
Petugas dari Puskesmas Bangetayu juga disiagakan untuk terus memantau kondisi para korban, memastikan semua warga yang terdampak mendapatkan penanganan medis yang layak.
Hingga Sabtu siang, sebagian besar korban sudah diperbolehkan pulang setelah mendapat perawatan, namun beberapa di antaranya yang mengalami dehidrasi cukup parah masih harus menjalani rawat inap di RS Wongsonegoro untuk observasi lebih lanjut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Semen Gresik Maknai Hari Kartini dengan Mendorong Peran Perempuan dalam Pengelolaan Lingkungan
-
Semangat Hari Kartini, BRI Perkuat Pemberdayaan Perempuan untuk Ekonomi Inklusif
-
Dorong Bisnis Berkelanjutan, BRI Terapkan Praktik ESG dalam Strategi Operasional
-
BRI Raih Tiga Penghargaan di Infobank 500 Women 2026, Tegaskan Kepemimpinan Perempuan
-
Skandal Investasi Bodong 'Snapboost' di Blora: Nama Guru SMA Terseret, Ratusan Juta Melayang