Petugas kepolisian dan kesehatan mendatangi lokasi keracunan massal di wilayah Bangetayu Wetan, Semarang, Sabtu (ANTARA/HO-Polsek Genuk)
Sebuah ironi yang menyayat hati, di mana niat berbagi doa justru berujung derita bersama.
Pihak kepolisian bergerak cepat mengamankan sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan untuk diperiksa lebih lanjut di Laboratorium Kesehatan Kota Semarang.
Petugas dari Puskesmas Bangetayu juga disiagakan untuk terus memantau kondisi para korban, memastikan semua warga yang terdampak mendapatkan penanganan medis yang layak.
Hingga Sabtu siang, sebagian besar korban sudah diperbolehkan pulang setelah mendapat perawatan, namun beberapa di antaranya yang mengalami dehidrasi cukup parah masih harus menjalani rawat inap di RS Wongsonegoro untuk observasi lebih lanjut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Legislator Sebut Andrea Bocelli Bantu Perluas Promosi Budaya Indonesia
-
Pemprov Jateng Terus Perkuat Dukungan Pesantren, dari Tali Asih Hafiz hingga Beasiswa Santri
-
Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah
-
Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan
-
Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun