- Pembantaian Purwodadi adalah tragedi massal pasca-G30S, memuncak Maret-April 1966 di Grobogan, Jawa Tengah.
- Ribuan orang dituduh PKI jadi korban, dieksekusi ABRI, Banser, Pemuda Pancasila, dan warga sipil.
- Luka sejarah ini penting diingat untuk keadilan, mencegah kekerasan politik terulang, dan belajar dari masa lalu.
SuaraJawaTengah.id - Sejarah Indonesia pasca-peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G30S) diwarnai oleh babak kelam pembantaian massal yang menargetkan anggota dan simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI).
Di antara berbagai tragedi berdarah tersebut, Pembantaian Purwodadi di Jawa Tengah menjadi salah satu yang paling mengerikan dan menelan korban jiwa dalam jumlah fantastis.
Dirangkum dari berbagai sumber, peristiwa ini bukan sekadar catatan kaki sejarah, melainkan luka yang masih menganga, menunggu pengungkapan dan keadilan.
Pembantaian Purwodadi dimulai tak lama setelah G30S meletus pada Oktober 1965, namun mencapai puncaknya pada Maret hingga April 1966.
Wilayah Purwodadi, yang merupakan bagian dari Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, menjadi episentrum kekejaman ini.
Namun, tragedi ini tidak hanya terbatas di Purwodadi saja, melainkan meluas hingga ke daerah lain seperti Blora, Pati, Demak, Boyolali, bahkan menjangkau Hutan Sanggarahan yang menjadi saksi bisu pembuangan jasad-jasad tak berdosa.
Latar belakang peristiwa ini sangat kompleks. Pasca-G30S, narasi yang dibangun oleh rezim Orde Baru menciptakan stigma negatif yang sangat kuat terhadap PKI dan semua yang berafiliasi dengannya.
Kampanye anti-komunisme yang masif disebarkan ke seluruh pelosok negeri, memicu ketakutan, kebencian, dan paranoia di tengah masyarakat.
Hal ini menjadi pemicu utama bagi aksi pembersihan atau "pemusnahan" terhadap mereka yang dituduh terlibat PKI, tanpa melalui proses peradilan yang adil.
Baca Juga: Gebrakkan Jawa Tengah: Bayar Bus Trans Jateng Cukup Tap E-Money dan QRIS, Kartu KRL Juga Bisa!
Para korban Pembantaian Purwodadi sebagian besar adalah individu yang dituduh sebagai anggota atau simpatisan PKI. Tuduhan ini seringkali tidak memiliki dasar yang kuat, kadang hanya berdasarkan fitnah, dendam pribadi, atau kesalahpahaman.
Namun, di tengah suasana kebencian yang memuncak, tuduhan tersebut sudah cukup untuk menjatuhkan vonis mati. Ribuan orang ditangkap, disiksa, dan dieksekusi secara massal.
Beberapa perkiraan menyebutkan angka korban tewas di Purwodadi mencapai puluhan ribu jiwa, sebuah angka yang mencengangkan dan sulit dibayangkan.
Pelaku pembantaian ini melibatkan berbagai elemen, mulai dari Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI), Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama, Pemuda Pancasila, hingga kelompok masyarakat sipil yang terprovokasi atau direkrut untuk melakukan aksi keji tersebut.
Kekejaman dilakukan dengan sistematis, di mana para korban seringkali dijemput dari rumah mereka, dibawa ke tempat-tempat terpencil seperti hutan, sungai, atau jurang, dan dihabisi secara brutal.
Jasad-jasad mereka kemudian dibuang begitu saja, banyak yang tidak pernah ditemukan atau diidentifikasi hingga kini.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
Pilihan
-
Prabowo Cabut Izin Toba Pulp Lestari, INRU Pasrah dan di Ambang Ketidakpastian
-
Guncangan di Grup Astra: Izin Tambang Martabe Dicabut Prabowo, Saham UNTR Terjun Bebas 14%!
-
Emas dan Perak Meroket Ekstrem, Analis Prediksi Tren Bullish Paling Agresif Abad Ini
-
Rumus Keliling Lingkaran Lengkap dengan 3 Contoh Soal Praktis
-
Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
Terkini
-
Pantura Jateng Siaga Banjir dan Longsor! BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat Ekstrem
-
3 MPV Bekas Rp50 Jutaan Tahun 2005 ke Atas: Mewah, Nyaman, dan Kini Gampang Dirawat!
-
BRI Peduli Salurkan Bantuan CSR untuk Gapura Tanjung Water Park, Dukung Ekonomi Lokal Grobogan
-
OTT Bupati Sudewo, KPK Amankan Rp2,6 Miliar! Inilah Alur Pemerasan Jabatan Perangkat Desa di Pati
-
5 Modus Korupsi Bupati Pati Sudewo, Peras Kades Demi Jabatan Perangkat Desa