- Hotel Manohara di kawasan Candi Borobudur terbakar Sabtu dini hari, diduga akibat korsleting listrik.
- Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, api berhasil dipadamkan dalam waktu kurang dari satu jam.
- Pengelola memastikan operasional wisata di Candi Borobudur tetap berjalan normal dan kondusif.
SuaraJawaTengah.id - Kebakaran melanda salah satu bangunan di Hotel Manohara yang berada di dalam kompleks Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada Sabtu (21/9/2025) dini hari.
Meskipun insiden ini cukup mengejutkan, pihak pengelola memastikan tidak ada korban jiwa dan operasional pariwisata di candi Buddha terbesar di dunia itu tetap berjalan normal.
InJourney Destination Management (IDM), atau yang dikenal sebagai PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (TWC), bergerak cepat menangani insiden tersebut.
Api yang mulai terlihat sekitar pukul 00.22 WIB berhasil dipadamkan sepenuhnya satu jam kemudian, berkat kesigapan tim internal dan dinas pemadam kebakaran setempat.
Corporate Secretary Group Head PT TWC, Destantiana Nurina, memberikan keterangan resmi terkait kronologi dan penanganan insiden tersebut. Menurutnya, titik api pertama kali muncul dari area gudang kebersihan.
"Peristiwa ini terjadi pada pukul 00.22 WIB dan api berhasil dipadamkan pada pukul 01.15 WIB oleh tim internal PT TWC didukung Damkar Kabupaten Magelang serta tim gabungan berbagai pihak," kata Corporate Secretary Group Head PT TWC Destantiana Nurina dikutip dari ANTARA di Sleman, Yogyakarta, Sabtu (20/9/2025).
Ia menjelaskan bahwa dugaan awal pemicu kebakaran adalah hubungan pendek arus listrik atau korsleting.
"Dugaan awal penyebab kebakaran adalah korsleting listrik," katanya.
Menurut Nurina, kebakaran itu pertama kali diketahui oleh salah satu saksi internal sekitar pukul 00.22 WIB.
Baca Juga: Baru Bebas 1 Bulan, Remaja Residivis Bacok 3 Pelajar SMK Muhammadiyah Mungkid
Petugas keamanan (security) yang sedang berjaga, melihat percikan api dari area gudang kebersihan (Hosmen) di sisi timur Gedung Awadhana.
Petugas sempat mencoba melakukan pemadaman awal menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), namun api terlanjur membesar dengan cepat.
"Petugas kemudian melaporkan kejadian ini dan segera menghubungi dinas pemadam kebakaran Kabupaten Magelang, Jawa Tengah," katanya.
Tim pemadam kebakaran tiba di lokasi pada pukul 00.35 WIB dan langsung berkoordinasi dengan petugas keamanan, TNI, Polri dan BPBD Kabupaten Magelang untuk melakukan pemadaman. Berkat kerja sama yang solid, api dapat dikendalikan dan tidak menyebar ke area vital lainnya.
"Api dapat dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya pada pukul 01.15 WIB. Proses pendinginan area dilakukan hingga pukul 02.10 WIB untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang tersisa," jelasnya.
Destantiana menegaskan bahwa Candi Borobudur sebagai destinasi utama sama sekali tidak terdampak. Pengunjung yang sudah merencanakan liburan tidak perlu khawatir karena semua aktivitas wisata, termasuk paket tur melihat matahari terbit (sunrise), tetap dibuka seperti biasa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
UNDIP dan Bhimasena Power Luncurkan Produk Hilirisasi Riset AFA dan APR
-
Bukan Sekadar Pintar, Ini Tantangan Terberat Pemimpin Muda di Era Digital Menurut Gus Yasin
-
Tragedi Porprov Jateng 2026: Dua Atlet Berprestasi Meninggal Dunia, Polisi Periksa Keterangan Dokter
-
Bukan Cuma Hiburan, Sarif Abdillah Sebut Kesenian Tradisional Simpan Petuah Penting
-
Konflik PPP Memanas, Mardiono Depak Waketum Agus Suparmanto dan Taj Yasin