- PKI angkat isu kemiskinan, janji tanah bagi petani, dan dukung buruh miskin di kota serta desa.
- Sentimen anti-kolonialisme dan anti-Amerika jadi kekuatan PKI menarik simpati rakyat 1950-an.
- PKI tawarkan janji sosial: upah layak, perlindungan nelayan, hingga hak pegawai negeri.
Melalui kampanye di media, seperti Harian Rakyat, PKI mengemukakan berbagai janji yang menyentuh berbagai kalangan masyarakat, mulai dari petani, buruh, nelayan, hingga pegawai negeri.
Janji-janji seperti peningkatan upah buruh, perlindungan bagi nelayan, serta peningkatan hak-hak pegawai negeri, menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka yang merasa hidup dalam kesulitan ekonomi.
5. Kemampuan Memanfaatkan Ketidakpuasan Sosial dan Ekonomi
Pada masa itu, banyak orang yang merasa kecewa dengan kondisi sosial dan ekonomi negara yang tidak menunjukkan perbaikan signifikan. Ketidakpuasan ini diperburuk dengan ketidaksetaraan ekonomi antara kelompok elit dan rakyat jelata.
PKI berhasil memanfaatkan ketidakpuasan sosial ini dengan menawarkan solusi melalui ideologi Marxisme-Leninisme yang mereka yakini mampu mengubah struktur sosial dan ekonomi Indonesia.
Banyak orang, terutama yang berada di golongan miskin, merasa bahwa PKI adalah partai yang peduli terhadap nasib mereka dan dapat membawa perubahan yang nyata.
Pada Pemilu 1955, PKI berhasil menarik perhatian banyak orang karena kemampuannya untuk menjawab masalah-masalah sosial dan ekonomi yang dihadapi rakyat Indonesia, terutama kaum buruh dan tani.
Meskipun partai ini kemudian dihancurkan pada pasca insiden G30SPKI tahun 1965, janji-janji yang mereka tawarkan, terutama dalam hal pembagian tanah dan perbaikan kondisi ekonomi rakyat, tetap menjadi bagian penting dari sejarah politik Indonesia.
Isu kemiskinan, anti-asing, dan janji-janji sosial menjadi kunci utama mengapa banyak orang memilih PKI pada masa itu.
Baca Juga: Rahasia Gelap Angkatan Kelima dan Jalan Merah Menuju G30S PKI
Kontributor : Dinar Oktarini
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Semen Gresik Maknai Hari Kartini dengan Mendorong Peran Perempuan dalam Pengelolaan Lingkungan
-
Semangat Hari Kartini, BRI Perkuat Pemberdayaan Perempuan untuk Ekonomi Inklusif
-
Dorong Bisnis Berkelanjutan, BRI Terapkan Praktik ESG dalam Strategi Operasional
-
BRI Raih Tiga Penghargaan di Infobank 500 Women 2026, Tegaskan Kepemimpinan Perempuan
-
Skandal Investasi Bodong 'Snapboost' di Blora: Nama Guru SMA Terseret, Ratusan Juta Melayang