- MDIS adalah institusi pendidikan nirlaba tertua di Singapura, berdiri sejak 1956.
- Gibran kuliah di MDIS Singapura namun ijazahnya dari University of Bradford, Inggris.
- Biaya kuliah program sarjana (S1) di MDIS berkisar antara SGD 22.000 hingga SGD 50.000 per tahun.
SuaraJawaTengah.id - Nama Management Development Institute of Singapore (MDIS) mendadak ramai diperbincangkan publik Tanah Air.
Bukan tanpa alasan, institusi pendidikan ini merupakan almamater Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, tempat ia menempuh studi sarjananya sebelum terjun ke dunia bisnis dan politik.
Sorotan terhadap latar belakang pendidikan Gibran membuat banyak orang penasaran, seperti apa sebenarnya MDIS dan berapa biaya yang dibutuhkan untuk bisa berkuliah di sana?
Didirikan pada tahun 1956, MDIS merupakan institusi profesional nirlaba tertua di Singapura yang berfokus pada pembelajaran seumur hidup.
Statusnya sebagai lembaga nirlaba menunjukkan fokus utamanya adalah pada kualitas pendidikan, bukan semata-mata mencari keuntungan. Hal ini menjadi salah satu daya tarik utama bagi ribuan mahasiswa dari berbagai negara.
Salah satu keunikan utama dari sistem pendidikan di MDIS adalah model kemitraannya dengan berbagai universitas terkemuka di dunia, khususnya dari Inggris dan Amerika Serikat.
Model ini memungkinkan mahasiswa untuk belajar sepenuhnya di kampus MDIS Singapura, namun mendapatkan ijazah yang dikeluarkan langsung oleh universitas mitra.
Inilah yang terjadi pada Gibran. Ia menyelesaikan studinya di MDIS pada tahun 2007, dan ijazah Bachelor of Science yang didapatkannya dikeluarkan oleh University of Bradford, Inggris, yang saat itu menjadi mitra MDIS untuk program studi yang diambilnya.
Sistem ini memberikan keuntungan bagi mahasiswa untuk meraih kualifikasi internasional tanpa harus tinggal di negara asal universitas tersebut.
Baca Juga: Gibran Kawal Langsung Pendaftaran Luthfi-Yasin di Pilgub Jateng 2024
Kualitas pendidikan di MDIS pun tak perlu diragukan. Sebagai institusi yang menampung banyak mahasiswa internasional, MDIS berada di bawah pengawasan ketat pemerintah Singapura dan telah mengantongi sertifikasi EduTrust.
Sertifikasi ini menjadi jaminan standar pendidikan dan keunggulan bisnis yang membuat MDIS menjadi pilihan terpercaya.
Lalu, berapa biaya yang harus disiapkan untuk mengikuti jejak Gibran berkuliah di MDIS? Berdasarkan informasi dari berbagai platform edukasi, biaya untuk program sarjana (Bachelor Degree) cukup bervariasi tergantung pada jurusan dan universitas mitra yang dipilih.
Secara umum, kisaran biaya kuliah program sarjana di MDIS berada di angka SGD 22.000 hingga SGD 50.000 per tahun.
Jika dirupiahkan dengan kurs saat ini, angka tersebut setara dengan Rp267 juta hingga Rp608 juta per tahun. Biaya tersebut tentu belum termasuk biaya hidup seperti akomodasi, makan, dan transportasi.
Untuk akomodasi, MDIS menyediakan asrama mahasiswa di dalam kampus bernama MDIS Residences @ Stirling dengan biaya sewa mulai dari SGD 894 per bulan atau sekitar Rp10,8 juta.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
Terkini
-
Tumbuhkan Kesadaran Ekologis, Taj Yasin Ajak Ratusan Santri Tanam Mangrove di Rembang
-
Stafsus Menag Hubungi Ahmadiyah, Dalami Pembubaran Paksa Kemah di Karanganyar
-
Program Mageri Segoro, Ikhtiar Bersama Menjaga Masa Depan Pesisir Jateng
-
Camping Anak Ahmadiyah di Karanganyar Dibubarkan, SETARA Institute: Polisi Jadi Saksi Bisu
-
6 Fakta Pembubaran Kegiatan Pemuda Ahmadiyah