- Surjo Sumpeno pindah ke Magelang, himpun pasukan loyalis, lalu rancang operasi rebut Semarang.
- Konsolidasi wilayah, pamer kekuatan, dan kolaborasi dengan RPKAD membuat PKI makin terpojok.
- Operasi Merapi menewaskan pimpinan PKI, menandai runtuh total jaringan PKI di Jawa Tengah.
SuaraJawaTengah.id - Peristiwa G30S/PKI tidak hanya mengguncang Jakarta, tetapi juga merambat cepat ke Jawa Tengah. Di daerah ini, PKI melalui jaringan militernya berhasil memengaruhi sejumlah perwira dan bahkan membentuk Dewan Revolusi Jawa Tengah.
Situasi semakin genting ketika markas Kodam IV Diponegoro di Semarang jatuh ke tangan kelompok pro-PKI.
Namun, Brigjen TNI Surjo Sumpeno, Pangdam IV Diponegoro saat itu, tidak tinggal diam. Ia segera menyusun strategi untuk merebut kembali kendali dan menumpas pengaruh PKI di wilayahnya.
Sebagaimana dikutip dari YouTube Roudhoh Chanel, berikut tujuh strategi penting yang ia lakukan.
1. Memindahkan Basis ke Magelang
Ketika markas Kodam di Semarang dikuasai, Surjo Sumpeno segera meninggalkan rumah dinasnya dan bergerak ke Magelang. Langkah ini bukan sekadar mundur, tetapi strategi untuk menyelamatkan diri sekaligus menghimpun kekuatan.
Magelang dipilih karena pasukan di sana masih loyal, terdiri dari Batalion Kavaleri, Artileri Medan, hingga pasukan Para. Di sinilah pusat operasi pemulihan komando dibentuk .
2. Menghimpun Kekuatan Pasukan Loyalis
Surjo Sumpeno segera menggabungkan pasukan dari berbagai kesatuan yang masih setia, termasuk Batalion II Kavaleri, Batalion III, XI Artileri Medan, serta dukungan pasukan dari Gombong dan Semarang.
Baca Juga: Jelajah Rasa: 5 Warung Legendaris Jawa Tengah, dari Hik Klaten hingga Bakso Wonogiri
Dengan kekuatan gabungan ini, ia merancang operasi besar untuk mengepung Semarang dan mengisolasi pasukan pro-PKI .
3. Merebut Kembali Kota Semarang
Operasi pembebasan Semarang dipimpin oleh Letkol Infanteri Yasin Hussein. Pasukan dilengkapi dengan kendaraan lapis baja, artileri, serta infanteri bermotor.
Untuk mencegah korban sipil, Surjo Sumpeno menunda serangan langsung ke markas Kodam, dan lebih dulu mengamankan studio RRI Semarang. Melalui siaran radio, ia menegaskan bahwa Kodam Diponegoro kembali di bawah kendalinya .
4. Konsolidasi dengan Komando Wilayah
Setelah menguasai Semarang, Surjo Sumpeno segera mengundang para pimpinan Korem dan Brigif untuk memulihkan rantai komando. Ia juga memastikan komunikasi dengan staf Kodam yang masih loyal.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Desain Final Stadion Kendal Tornado FC Dirilis, Pembangunan Dimulai Tahun Depan
-
Buntut Penggeledahan "Ponpes" di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak
-
Ancaman Megathrust di Wisata Jateng, Sarif Abdillah Desak Hotel dan Destinasi Punya Standar Mitigasi
-
Bikin Bangga Indonesia! Inovasi Kelas Dunia Antarkan Semen Gresik Raih 4 Bintang di APQO 2026
-
BRI Raih Empat Penghargaan, Dorong UMKM Naik Kelas dan Makin Berdaya