- BRI & Mahima Hotel tunjukkan aksi nyata dukung kreativitas dan gaya hidup sehat anak muda Semarang.
- Kolaborasi dengan komunitas Fakerunners jadi bukti sinergi positif korporasi dan anak muda lokal.
- Event "Chill Miles" bukan cuma lari, tapi jadi wadah anak muda untuk berkumpul & berekspresi.
SuaraJawaTengah.id - Geliat aktivitas positif anak muda di kota-kota besar kian mendapat perhatian serius dari para pelaku industri.
Sebagai bukti nyata, Bank BRI bersama Mahima Hotel Semarang memberikan dukungan penuh pada penyelenggaraan event lari santai “Chill Miles by MAHIMA”, yang sukses menggaet ratusan anak muda dari komunitas Fakerunners Semarang, Sabtu (27/9/2025).
Acara yang berpusat di Mahima Hotel, Jl. Hanoman Raya No. 62 ini bukan sekadar ajang olahraga biasa. Ini adalah manifestasi dari sinergi kuat antara korporasi, perhotelan, dan komunitas lokal untuk menciptakan ruang berekspresi yang sehat dan menyenangkan bagi generasi muda.
Dukungan dari Bank BRI menjadi motor penggerak utama yang menunjukkan komitmen korporasi dalam memberdayakan potensi anak muda.
Sefrin Insafiardi Sugiyanto, Relationship Manager Funding & Transaction BRI Brand Office Brigjen Sudiarto, menegaskan bahwa keterlibatan mereka adalah bagian dari visi yang lebih besar.
“Dalam rangka memBRImokan Indonesia, BRI mendukung kegiatan anak muda Indonesia yang berkolaborasi dengan Mahima Hotel dan Komunitas Fake Runners Semarang,” ungkap Sefrin dikutip dari keterangan tertulis pada Senin (29/9/2025).
Pernyataan ini menggarisbawahi strategi BRI untuk tidak hanya hadir di sektor finansial, tetapi juga menjadi bagian tak terpisahkan dari denyut nadi kehidupan sosial anak muda, khususnya dalam mendukung gaya hidup sehat dan kreatif.
Dari sisi penyelenggara, Mahima Hotel Semarang melihat event ini sebagai cara untuk merangkul dan menjadi relevan dengan demografi anak muda.
Cluster General Manager Mahima Hotel Semarang, Lia Retno S. Hardini, menjelaskan bahwa tujuannya lebih dari sekadar promosi.
Baca Juga: BRI Dukung Festival Wong Gunung, Dorong UMKM Pulosari Naik Kelas Lewat Digitalisasi
“Melalui acara ini, kami ingin menghadirkan aktivitas yang menyehatkan sekaligus menyenangkan. Bukan hanya soal berlari, tapi juga tentang menikmati momen kebersamaan dengan teman dan komunitas,” ujar Lia Retno S. Hardini.
Kolaborasi dengan Fakerunners, salah satu komunitas lari paling aktif dan berpengaruh di Semarang, menjadi langkah strategis.
Ini memastikan bahwa acara tersebut benar-benar lahir dari dan untuk komunitas, menciptakan suasana yang lebih otentik, hangat, dan inklusif.
Konsep lari santai sejauh 5 kilometer dirancang agar dapat diikuti oleh semua kalangan, dari pelari pemula hingga yang sudah mahir.
Rute yang melintasi area Perumahan Graha Padma yang nyaman juga menambah nilai plus, berkat dukungan pihak pengelola yang turut memastikan kelancaran acara.
Lebih dari sekadar lari, “Chill Miles by MAHIMA” adalah sebuah festival kecil bagi anak muda. Usai berlari, para peserta disuguhi hiburan live music, aneka refreshment segar, dan ruang-ruang komunal untuk hangout dan seru-seruan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
UNDIP dan Bhimasena Power Luncurkan Produk Hilirisasi Riset AFA dan APR
-
Bukan Sekadar Pintar, Ini Tantangan Terberat Pemimpin Muda di Era Digital Menurut Gus Yasin
-
Tragedi Porprov Jateng 2026: Dua Atlet Berprestasi Meninggal Dunia, Polisi Periksa Keterangan Dokter
-
Bukan Cuma Hiburan, Sarif Abdillah Sebut Kesenian Tradisional Simpan Petuah Penting
-
Konflik PPP Memanas, Mardiono Depak Waketum Agus Suparmanto dan Taj Yasin