- PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang Cepu mengadakan edukasi keuangan digital saat Car Free Day pada Minggu, 9 November 2025.
- Edukasi tersebut fokus mengenalkan fitur aplikasi BRImo sebagai gerbang inklusi keuangan dan kemudahan layanan perbankan digital.
- Kegiatan ini bertujuan ganda, yaitu mendorong pemanfaatan layanan digital sekaligus meminimalisir risiko peredaran uang palsu melalui transaksi non-tunai.
SuaraJawaTengah.id - Di tengah riuhnya suasana Car Free Day (CFD) Kota Cepu pada Minggu, 9 November 2025, pemandangan berbeda tersaji di salah satu sudut keramaian. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Cepu secara proaktif 'menjemput bola' dengan menggelar edukasi keuangan digital.
Momen tersebut dimanfaatkan BRI untuk mendekatkan layanan perbankan modern kepada publik secara lebih santai dan mudah diakses.
Branch Office Head (BOH) BRI Cepu, Yudhiarto, menyatakan bahwa kehadiran mereka di CFD adalah sebuah langkah strategis.
"CFD menjadi lokasi favorit pada hari minggu menikmati liburan bersama keluarga maupun sahabat, dan kini tengah menjadi tren di berbagai kota. Kami mengambil kesempatan itu untuk memberikan edukasi keuangan digital," ujarnya dari keterangan tertulis.
Kegiatan ini, menurut Yudhiarto, bukan yang pertama kali dilakukan. "Kegiatan ini rutin kami gelar, tujuannya mendekatkan pelayanan perbankan kepada masyarakat," tambahnya.
BRImo: Gerbang Menuju Keuangan Inklusif
Fokus utama dari edukasi yang diberikan adalah pengenalan dan pendalaman fitur aplikasi super app BRImo.
Aplikasi ini dirancang untuk menjadi solusi serba bisa bagi nasabah, mulai dari transfer, pembayaran berbagai tagihan, isi ulang dompet digital, hingga investasi.
Kemudahan membuka rekening secara digital melalui BRImo juga menjadi salah satu poin yang ditekankan, memungkinkan siapa saja untuk terhubung dengan sistem perbankan formal tanpa harus datang langsung ke kantor cabang.
Baca Juga: Dukungan BRI Dorong Sport Tourism dan Gaya Hidup Sehat di Lari Ikut Aruss 2025 Semarang
Melalui pendekatan ini, BRI tidak hanya menjual produk, tetapi juga membangun pemahaman dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan keuangan digital.
Ini adalah kunci untuk mencapai inklusi keuangan yang lebih dalam, di mana semua lapisan masyarakat memiliki akses dan kemampuan untuk memanfaatkan layanan keuangan guna meningkatkan kesejahteraan mereka.
Perangi Peredaran Uang Palsu dengan Transaksi Digital
Selain mendorong inklusi, inisiatif ini juga memiliki misi penting lainnya, yaitu memerangi peredaran uang palsu.
Yudhiarto menyoroti risiko yang melekat pada transaksi tunai. "Harapannya masyarakat mulai paham dengan transaksi keuangan digital menggunakan BRImo, dan mengurangi menggunakan transaksi tunai untuk menghindari peredaran uang palsu," tegasnya.
Perlu diketahui, peralihan ke transaksi non-tunai, seperti menggunakan QRIS yang terintegrasi di BRImo, secara signifikan dapat meminimalisir risiko menerima uang palsu. Setiap transaksi tercatat secara digital, memberikan lapisan keamanan dan transparansi yang tidak dimiliki oleh uang tunai.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran
-
Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet
-
Viral Atlet Silat Kejang di Porprov Jateng, Wasit Dinilai Belum Berpengalaman
-
Jelang Akhir Tahun, Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Ancaman Kelangkaan dan Antrean BBM
-
Hati-hati! Wakil Ketua DPRD Jateng Peringatkan Bahaya Bullying di Sekolah