- Dosen Untag Semarang, Dwinanda Lincia Levi, meninggal dunia tanpa busana pada Senin (17/11/2025), diketahui dekat dengan AKBP Basuki.
- Rekan dosen senior sempat melihat AKBP Basuki menjemput Levi, dan Levi tidak menyembunyikan hubungan asmara mereka.
- Untag Semarang membentuk tim hukum untuk menelusuri kejanggalan kematian Levi dan peran AKBP Basuki yang satu kamar dengannya.
SuaraJawaTengah.id - Isu hubungan asmara antara dosen Untag Semarang, Dwinanda Lincia Levi, yang ditemukan meninggal dunia tanpa busana di kamar kostel, Senin (17/11/2025) dengan perwira menengah AKBP Basuki ternyata bukan kabar burung.
Dosen-dosen senior di Fakultas Hukum (FH) sudah mengetahui kedekatan keduanya.
Salah satu dosen senior, Kastubi, bahkan pernah dua kali melihat Levi dijemput oleh anggota polisi yang bertugas di Polda Jateng tersebut.
"Dua kali raker fakultas di Yogyakarta dan Bali, kami turunkan di Untag Jalan Pemuda. Saya melihat Levi ini dijemput dari sepatu, kaos dan celananya itu anggota polisi," ujar Kastubi saat diwawancarai SuaraJawaTengah di Kampus Untag, Jumat (21/11/2025).
Kastubi, yang memiliki hubungan sangat dekat dengan Levi, mengaku tak sungkan menanyakan langsung identitas laki-laki yang menjemputnya itu. Baginya, Levi sudah seperti anak sendiri.
Perempuan berusia 35 tahun tersebut juga tidak menutup-nutupi identitas laki-laki yang menjemputnya adalah pacarnya sendiri, AKBP Basuki.
"Raker fakultas itu diadakan setiap tahun, biasanya di awal tahun antara Januari atau Februari. Tahun 2024 itu Levi sudah memiliki hubungan (pacaran) sama AKBP Basuki," ungkap Kastubi.
Dosen yang mengajar hukum pidana itu tidak melarang hubungan asmara Levi dengan anggota polisi tersebut. Kastubi bahkan mengetahui bahwa Levi memiliki ketertarikan khusus atau cenderung mengidolakan anggota polisi.
Sebelum berpacaran dengan AKBP Basuki, Levi juga pernah menjalani hubungan asmara dengan anggota polisi lainnya. Namun, hubungan tersebut berakhir putus atau tidak berlanjut.
Baca Juga: Nekat Bor Minyak Ilegal di Blora Ancam Nyawa, Polda Jateng Tak Main-main: Penjara Taruhannya!
Saat mengetahui Levi berpacaran dengan AKBP Basuki, Kastubi mengaku pernah mengejek Levi soal seleranya yang menyukai pria jauh lebih tua. AKBP Basuki diketahui berusia 56 tahun, sementara Levi baru 35 tahun.
"Lah, pacarmu (AKBP Basuki) kok tua. Levi cuman tertawa," ungkap Kastubi.
Meski sempat diejek, Levi justru tidak pernah tersinggung. Hubungan mereka semakin akrab dan sering menghabiskan waktu bersama di kantin saat tidak ada jadwal mengajar.
Merasa menjadi sosok ayah bagi Levi, karena perempuan kelahiran Banyumas yang tidak memiliki keluarga di Kota Semarang. Kastubi beberapa kali mengingatkan Levi soal hubungannya dengan AKBP Basuki.
Terakhir, Kastubi mengingatkan Levi agar berhati-hati berpacaran dengan anggota polisi saat mereka berbincang di sebuah kantin pada Jumat (14/11/2025).
Tiga hari kemudian, Kastubi dibuat syok ketika mendengar kabar kematian Levi yang dinilainya penuh kejanggalan.
"Loh, kok idolamu polisi? Hati-hati loh nduk pacaran sama polisi, aku tahu karakter polisi," ungkap Kastubi.
"Banyak polisi itu sumbu pendek, gampang emosional. Misal pacarnya jalan dengan laki-laki lain gampang nesu, ngamuk. Kaya gitu sudah banyak contohnya," imbuhnya saat menasehati Levi.
Untag Semarang Bentuk Tim Hukum
Untag Semarang menyayangkan tidak adanya informasi dari kepolisian mengenai kematian dosen Levi. Pihak kampus justru mengetahui kabar tersebut dari sivitas akademika, bukan dari aparat yang menangani peristiwa itu.
Padahal, jarak kostel tempat Levi tinggal dengan kampus hanya sekitar tiga kilometer. Kampus baru mengetahui kematian Levi sekitar pukul 14.30 WIB.
Rentang waktu yang panjang itu dinilai sebagai salah satu kejanggalan, terutama karena tidak adanya komunikasi dari polisi kepada pihak kampus. Terlebih Levi tidak seorang diri dan tidak memiliki keluarga di Semarang.
Dari kejanggalan-kejanggalan tersebut, Untag kemudian membentuk tim hukum untuk mencari tahu penyebab kematian Levi.
Tim ini juga akan menelusuri peran AKBP Basuki yang saat kejadian diketahui berada satu kamar dengan korban.
Ketua Tim Hukum Untag, Agus Widodo, mengaku sangat terpukul atas kepergian salah satu dosen muda yang berprestasi tersebut. Levi sendiri menjadi dosen dan mengajar hukum pidana di Fakultas Hukum Untag sejak 2022.
Perwakilan Untag sempat mendatangi kostel tempat tinggal Levi untuk memastikan kabar kematiannya. Namun, saat tiba di lokasi, jenazah Levi sudah dipindahkan ke RSUP dr. Kariadi.
"Ada beberapa ketidakwajaran meninggalnya almarhumah ini. Oleh karenanya, kami meminta kepolisian melakukan autopsi luar dan dalam, termasuk digital forensik terhadap Levi," ungkap Agus.
Setelah proses autopsi selesai, pihak kampus membantu prosesi pemakaman Levi di TPU Jatisari, Mijen. Kampus juga memastikan keluarga, khususnya kakak kandung Levi, telah diberitahu mengenai kejadian tersebut.
"Dengan munculnya berbagai dugaan dan kejanggalan dalam kematian almarhumah Levi. Pihak kampus membentuk tim advokasi untuk mengawal kasus ini hingga tuntas," jelasnya.
Di sisi lain, anggota Tim Hukum lainnya, Edi Pranoto, menegaskan timnya akan berupaya keras agar penanganan kasus ini tidak berhenti pada satu titik. Proses mencari keadilan akan dilakukan secara komprehensif, termasuk hingga uji digital forensik.
"Kami ingin memastikan bagaimana proses itu terjadi, bagaimana lalu lintas orang di kostel. Kapan dan seperti apa oknum (AKBP Basuki) ini melakukan komunikasi dan sebagainya," tutur Edi.
Untag menegaskan tim hukumnya tersebut akan mengawal proses penyelidikan hingga tuntas. Kematian Levi yang ditemukan dalam kondisi mengenaskan harus dijelaskan secara terang, sehingga setiap temuan polisi dapat dipertanggungjawabkan.
Kontributor: IFN
Berita Terkait
Terpopuler
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
- Menkeu Purbaya Pastikan THR ASN Rp55 Triliun Cair Awal Ramadan
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pilihan
-
Resmi Dibuka! Jadwal Penukaran Uang Baru 2026 Periode Kedua di PINTAR BI Go Id
-
Murka ke Wasit Majed Al-Shamrani, Bojan Hodak: Kita Akan Lihat!
-
Warga Boyolali Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, Gara-gara Ganti Rugi Waduk Kedungombo Belum Dibayar
-
Persib Bandung Gugur di AFC Champions League Meski Menang Tipis Lawan Ratchaburi FC
-
KPK akan Dalami Dugaan Gratifikasi Jet Pribadi Menag dari Ketum Hanura OSO
Terkini
-
Doa Puasa Satu Bulan Ramadan: Bacaan, Waktu, dan Penjelasan Ulama
-
7 Mobil Mini Cooper Bekas di Indonesia Harga Mulai Rp250 Jutaan
-
Niat ke Kafe Viral Berujung Petaka: 6 Fakta Kecelakaan Mobilio Masuk Jurang di Jatiyoso Karanganyar
-
Jadwal Imsak Semarang dan Sekitarnya 19 Februari 2026: Jangan Sampai Terlambat Sahur!
-
Pedagang Mobil Bekas Atur Siasat Atasi Opsen Pajak Kendaraan Bermotor