- Sabrang Mowo Damar Panuluh mengkritik pendidikan Indonesia fokus transfer informasi, bukan penanaman nilai moral.
- Kritik disampaikan dalam seminar UNNES Semarang pada Selasa, 25 November 2025, menyoroti korupsi pejabat terpelajar.
- Ia mengusulkan model belajar "in time" kontekstual, bukan "in case" yang dianggap tidak relevan dan kaku.
Lebih lanjut, Sabrang juga mengkritik pandangan sempit yang melimpahkan seluruh tanggung jawab pendidikan hanya kepada sekolah dan guru.
Ia mengingatkan bahwa keluarga dan masyarakat merupakan ekosistem krusial yang seringkali dilupakan, membuat pendidikan hanya berhenti di ruang kelas dan gagal meresap ke dalam karakter peserta didik.
Menurutnya, tugas seorang pendidik sejatinya bukanlah untuk mengubah perilaku secara paksa, melainkan membuka cakrawala berpikir anak didik.
Dengan cakrawala yang luas, mereka akan mampu memilih jalan hidupnya sendiri dan memahami setiap konsekuensi dari pilihannya. Pendidik berperan mengajarkan dan memberikan pengalaman tentang hukum sebab-akibat.
“Pendidikan sejatinya bukan sekedar transfer informasi tapi transfer value dan Pendidikan adalah metode terbaik dalam melakukan transfer value,” pungkas Sabrang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
Organda Kota Semarang Gelar FGD, Bus Listrik Mulai Uji Coba di Trans Semarang
-
BRI Optimalkan Dana SAL untuk Pembiayaan Produktif, Dorong Ekonomi Tumbuh Berkelanjutan
-
Dulu Banjir dan Dinding Rapuh, Kini Rumah Kuli Bangunan di Kudus Ini Nyaman Ditempati
-
Big Bad Wolf Kembali ke Semarang, Bawa Sejuta Buku untuk Bangkitkan Minat Baca Generasi Muda
-
Wali Santri Desak Ponpes Ndholo Kusumo Dibuka Kembali, Kemenag Tegaskan Izin Pondok Tetap Dicabut