- Menteri AHY meluncurkan Spatial Infra ConEx 2026 di Semarang, menandai persiapan konferensi internasional Mei 2026.
- AHY menekankan pembangunan infrastruktur harus berlandaskan ketangguhan, kesejahteraan, dan keberlanjutan menghadapi tantangan iklim.
- Konferensi tersebut bertujuan menghasilkan ide inovatif melalui kolaborasi akademisi, pemerintah, industri, dan masyarakat.
SuaraJawaTengah.id - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), secara resmi meluncurkan Spatial Infra ConEx 2026 di Semarang.
Acara ini menjadi penanda dimulainya persiapan menuju The International Conference on Spatial Planning and Infrastructure for Sustainable Development 2026, sebuah konferensi internasional yang akan menjadi wadah diskusi mendalam mengenai isu-isu krusial tata ruang dan pembangunan infrastruktur berkelanjutan.
Dalam kuliah umum yang diselenggarakan di Universitas Diponegoro (Undip), AHY menekankan urgensi penguatan koordinasi dalam kebijakan penataan ruang nasional.
"Saat ini penataan ruang dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti perubahan iklim, pertumbuhan wilayah yang cepat, serta meningkatnya kebutuhan infrastruktur," jelas AHY dikutip dari keterangan tertulis pada Senin (1/1/2025).
Kondisi ini menuntut pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk bekerja lebih terarah, didukung data yang kuat, dan bersinergi demi kebijakan yang tepat sasaran.
AHY menggarisbawahi pentingnya pembangunan infrastruktur di Indonesia yang berlandaskan tiga prinsip utama: resilience (ketangguhan), prosperity (kesejahteraan), dan sustainability (keberlanjutan).
Ketiga prinsip ini krusial untuk memperkuat ketahanan wilayah dan memastikan pembangunan mampu menghadapi tantangan jangka panjang.
Mengingat posisi Indonesia di kawasan Ring of Fire dan ancaman perubahan iklim yang semakin nyata, AHY menegaskan bahwa infrastruktur yang adaptif dan tahan bencana adalah kebutuhan mendesak untuk melindungi masyarakat dan menjaga keberlanjutan pembangunan.
Menutup acara, AHY mengundang seluruh pihak untuk berpartisipasi dalam Spatial Infra ConEx yang akan digelar di Jakarta pada 12–13 Mei 2026.
Baca Juga: Rektor Undip dan BEM Kompak Turun Gunung, Desak DPR Batalkan Kebijakan Kontroversial
Konferensi ini akan menjadi ajang kolaborasi antara pemerintah, Perkumpulan Pelaku Kebijakan dan Manajemen Tata Ruang Indonesia (ISPASI), On Us Asia, akademisi, industri, serta perwakilan organisasi masyarakat.
Diharapkan forum ini dapat melahirkan ide dan solusi inovatif untuk pengembangan tata ruang dan infrastruktur di Indonesia.
ISPASI, yang diperkenalkan oleh ketuanya, Prasetyoadi, hadir sebagai wadah bagi para profesional, akademisi, dan pembuat kebijakan untuk merumuskan rekomendasi berbasis riset.
"Lembaga ini dibentuk untuk menyediakan analisis, kajian strategis, serta ruang bertukar pengetahuan yang dapat mendukung penyusunan kebijakan tata ruang yang lebih baik," ujar Prasetyoadi.
ISPASI diharapkan menjadi platform dialog yang terbuka dan terintegrasi dalam membahas isu-isu pembangunan wilayah.
Spatial Infra ConEx sendiri berfokus pada tiga pilar utama:
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Zero Tolerance terhadap Fraud, BRI Minta Masyarakat Laporkan Dugaan Tindak Pidana
-
Jeritan Warga Jateng saat Antrean BBM Mengular: Lebih Baik Turun Kasta ke Pertalite daripada Boncos
-
Pendampingan UMKM Berbasis Potensi Lokal, FIFGROUP Dongkrak Ekonomi Desa
-
Dilaporkan Aniaya Perempuan, Oknum Polisi Tegal Kota Ditahan Propam
-
BMKG: Semarang Diprakirakan Berawan Tebal Hari Ini, Warga Tetap Diminta Waspadai Perubahan Cuaca